Catatan Perjalanan Jimmy Ahyari

Berbagi Bahagia Bersama TabloidNova.com

Berbagi Bahagia Bersama TabloidNova.com. Sebagai seorang Ayah dari dua orang putri yang imut dan cantik, mengartikan kata bahagia itu sangat MUDAH. Anda yang telah berkeluarga dan telah dikaruniai anak-anak tentu merasakan hal yang sama. Misalnya saja, ketika seharian bekerja, begitu pulang dan membuka pintu rumah, ada ana-anak yang menyambut dengan riang dan berebut minta digendong. Seketika, rasa lelah yang ada pun sirna. Seperti itulah rasa bahagia; mampu menghapus letih dan lelah dalam sekejap.

Sambil menemani anak-anak bermain, sang isteri bertanya “mau dibuatkan kopi?”, ini pun bentuk bahagia lainnya. Aku memang penggemar kopi. Kadang ketika isteri bertanya “mau minum apa?” anak pertama ku yang berumur 2 tahun bisa ikut menjawab “kopi Maaah” dengan sedikit berteriak khas anak-anak seumurnya. Aku hanya bisa tersenyum mendengarnya seraya meng-iya-kan apa yang disebut anak tertuaku.

berbagi bahagia kopi cinta buatan isteri
Kopi “cinta” buatan Isteri

Jika dulu -sewaktu bujangan- berbagi bahagia adalah ketika kita mampu membuat orang lain merasa tertolong dengan bantuan sederhana dari kita, sekarang ketika berkeluarga, makna berbagi bahagia semakin luas. Melihat anak dan isteri yang tersenyum pun sudah bisa menjadi arti dari berbagi bahagia. Kebahagian tidak perlu jauh-jauh mencarinya karena di rumah pun nikmat kebahagian sudah tersedia lengkap 😉

Berbagi bahagia bersama dengan isteri bahkan memiliki makna yang lebih dalam. Saat berjumpa dengan masalah kemudian dihadapi bersama dan mampu menghasilkan solusi, ini pun bisa dikatakan bahagia. Sehingga, definisi bahagia tidak melulu keadaan senang (meski sebagian besar berdasarkan kondisi senang). Dalam kondisi sulit, melihat isteri yang begitu setia menyemangati serta saling bertukar-pikiran, ini sudah lebih dari cukup rasa bahagia yang ku peroleh.

selfi bahagia bersama anak
Aku dan Anak pertamaku

Jika di rumah saja kita dengan mudah menemukan kebahagiaan, maka di dunia luar pun demikian. Berbagi kebahagian bisa dengan menyapa sambil tersenyum para tetangga, rekan kerja, atau mungkin bapak pengantar surat yang baru kita temui pertama kali.

Bagi saya, prinsip bahagia itu sangat simple, yakni berbuat yang terbaik untuk keluarga dan semata-mata mengharap ridho dari Allah SWT. Itu saja. Jika yang kita lakukan demi keluarga dan mengharap ridho Ilahi, maka kita tidak akan keluar dari tatanan norma-norma yang berlaku. Kita tidak ingin membuat keluarga sedih dengan tindak-tanduk kita, sehingga dalam berbuat akan selalu hati-hati dan memilah mana yang pantas; mana yang tidak. Di mana Bahagia bersama keluarga adalah tujuannya.

Semoga cerita sederhana di atas bisa menjadi inspirasi kebahagian para pengunjung setia blog kami. Yuk, berbagi bahagia bersama tabloibnova.com

Comments are closed.