Hubungan Antara Preventive Maintenance dengan Perusahaan Manufaktur

Istilah preventive maintenance memang jarang sekali didengar oleh kebanyakan masyarakat pada umumnya karena istilah ini biasanya digunakan pada sebuah perusahaan manufaktur yang dilakukan untuk mendapatkan tujuan tertentu. Istilah ini sebenarnya mengacu pada suatu tindakan yang diambil oleh suatu perusahaan manufaktur dalam menjaga kondisi peralatannya agar tetap berjalan secara normal sehingga proses produksi barang dapat dilakukan semaksimal mungkin. Tindakan yang dimaksud dalam istilah ini adalah suatu tindakan yang berupa pencegahan yang dilakukan untuk menjaga kondisi alat produksi tetap berjalan normal dan stabil sehingga proses produksi tidak terganggu. Tindakan ini memang sangat perlu untuk diketahui dan diterapkan terutama bagi perusahaan manufaktur yang berskala besar agar proses produksinya dapat berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan.

manfaat preventive maintenance

Dalam melakukan proses produksi, perusahaan manufaktur seringkali terkendala dengan adanya kesalahan teknis ataupun kesalahan lainnya yang menyebabkan produk yang dihasilkan berkualitas buruk. Hal ini tentu akan sangat merugikan bagi perusahaan manufaktur tersebut sehingga tindakan pencegahan ini sangat perlu untuk dilakukan agar hal yang tidak diinginkan tersebut dapat terjadi. Kebanyakan perusahaan manufaktur memang mengabaikan akan tindakan penting ini padahal sangat berpengaruh sekali pada kondisi peralatan produksi dalam jangka waktu yang panjang. Jika peralatan tidak pernah diperhatikan dengan baik dan benar maka kemungkinan besar alat tersebut akan mudah rusak sehingga dapat menambah biaya produksi yang akan dikeluarkan yang berdampak pada meningkatnya harga produk.

Peningkatan harga produk tersebut tentu akan sangat berpengaruh terhadap permintaan barang yang telah diproduksi di pasaran. Semakin tinggi harga yang ditawarkan maka semakin rendah daya beli konsumen untuk dapat menggunakan produk tersebut sehingga memang sebisa mungkin perusahaan manufaktur dapat melakukan tindakan preventive maintenance ke alat produksi secara berkala. Beberapa contoh tindakan ini adalah memperbaiki sistem kelistrikan, merawat jaringan listrik pada setiap kabel penghubung alat produksi, dan masih banyak lainnya. Sistem kelistrikan tersebut memang suatu hal yang sangat penting karena sebagian besar alat produksi menggunakan sumber tenaga berupa listrik sehingga jika sistem kelistrikan tersebut tidak bekerja dengan baik maka dapat dipastikan produk yang dihasilkan akan berkualitas buruk yang dapat berpengaruh terhadap harga di pasaran.

Post Comment

CommentLuv badge