Menjaga Kebersamaan Keluarga Agar Tetap Harmonis

Untuk para pasangan pengantin baru, bersiap-siaplah melewati masa keluarga kecil yang hanya ada dua orang menjadi tiga bahkan bisa lebih. Ya, itu karena hadirnya buah cinta dari Anda dengan pasangan. Bahkan orang zaman dulu berkata, banyak anak akan banyak rezeki. Namun sepertinya istilah tersebut sudah tidak berlaku lagi karena pemerintah sekarang ini pun mensosialisasikan progam KB “dua anak cukup”. Berapapun jumlah anak yang Anda miliki nantinya, pastikan Anda bisa menjaga kebersamaan keluarga kecil Anda dengan baik. Kebersamaan dalam keluarga kecil sangatlah penting peranannya untuk membina hubungan antar pasangan, hubungan orang tua dan anak berjalan dengan baik. Tidak ada perselisihan maupun rasa cuek timbul akibat tidak adanya arti kebersamaan dalam keluarga.

momen kebersamaan keluarga terbaik

Lalu apa saja cara untuk menjaga kebersamaan dalam keluarga Anda terbina dengan baik? Pastikan Anda dan pasangan Anda sudah sepakat metode mendidik seperti apa yang nantinya akan diberikan kepada anak Anda. Ajari anak Anda menghargai kebersamaan di waktu luang. Begitu juga bagi Anda dan pasangan, sediakan waktu pergi bersama untuk membina hubungan romantis dan harmonis setiap harinya. Selain pergi bersama, biasakan untuk santap malam bersama dalam satu meja. Kebiasaan ini mungkin terlihat sepele. Tetapi, mari kita survey. Berapa banyak keluarga yang melakukan santap malam bersama dalam satu meja di Indonesia ini?

Terkadang waktu santap malam yang harusnya dilakukan bersama-sama terhalang kerjaan kantor yang belum selesai atau anak Anda yang belum tiba dirumah sibuk mengurusi kegiatan sekolahnya. Biasakanlah santap malam bersama dalam satu meja walaupun tidak bisa satu minggu penuh. Bagaimana mungkin kebersamaan keluarga bisa tercipta dalam satu santap malam? Ada banyak hal yang bisa Anda bicarakan dengan anak atau pasangan Anda. Bercerita sesuatu yang tengah Anda alami kepada keluarga diharapkan bisa menjadi media perekat hubungan Anda dengan anak dan pasangan. Begitu juga dengan anak Anda, diharapkan kebiasaan menceritakan aktivitas yang anak alami tidak hilang sampai ia dewasa.