Mesin Cuci Otomatis yang Kini Sudah Tidak Otomatis Lagi

Ketika awal menikah, rasanya tidak terpikir untuk membeli mesin cuci. Karena dulu sama-sama bekerja, jadi biasanya cucian pakaian diantar ke penyedia layanan loundry. Semenjak anak pertama lahir, mulai terasa bahwa popok dan pakaian bayi cepat sekali kotor. “Siklus” perputaran pakaian kotor dan bersih dari si bayi ini sangat cepat sehingga tidak memungkinkan untuk diantar ke tempat loundry pakaian. Maka dari itu, dibelilah mesin cuci otomatis.

Bersama isteri, kami sama-sama belum memiliki pengalaman dengan mesin cuci yang bertipe satu tabung full automatic ini. Maklum saja, di rumah orang tua kami, masing-masing masih menggunakan mesin cuci dua tabung di mana tabung mencuci dan pengeringan bersebelahan. Setelah membaca buku panduan pemakaian, ternyata mesin cuci yang kami beli sangat mudah dan praktis pengoperasiannya; setidaknya sampai bulan kemarin.

mesin cuci top load terbaik

Seiring berjalannya waktu, saat mesin cuci otomatis berumur di atas 3 tahun, mulai timbul masalah. Masalah yang dihadapi adalah katup pemasukan air tidak mau membuka. Alhasil, air tidak bisa mengalir untuk mengisi tabung. Ingin memanggil teknisi untuk memperbaiki, entah kenapa sampai hari ini terasa sangat malas. Jadi, sekarang, untuk mengoperasikannya, selang air langsung di arahkan ke tabung melalui bukaan atas. Kalau penuh, baru dicabut lagi selangnya. Tidak lagi seperti dulu yang bisa ditekan tombol start lalu ditinggal tidur karena air akan mengisi secara otomatis.

Permasalahan di atas hanya satu dari sekian banyak masalah yang mungkin ditimbulkan. Oh iya, mesin cuci otomatis ini juga perlu detergen khusus agar hasil cuci menjadi maksimal. Kami biasanya menggunakan deterjen Rinso matik top load (bukaan atas) untuk mencuci. Di awal – awal, kami menggunakan deterjen yang biasa dipakai saat mengucek cucian secara konvensional. Begitu menggunakan deterjen khusus mesin cuci, ternyata hasilnya jauh lebih efektif dan bersih serta wangi.

Pernah mencoba memperbaiki sendiri, ternyata kalau dibaca – baca, harus ada menganti komponen elektroniknya. Waduh, jadi tambah ribet. Makanya, sampai hari ini, kami masih “menikmati” mesin cuci fully automatic yang sudah tidak otomatis ini. Hahaha 😀

Mungkin sudah saatnya membeli mesin cuci baru atau mencoba mesin cuci dengan tipe front load agar bisa merasakan perbedaan dari setiap jenis mesin cuci yang ada. Bagaimana dengan sobat? Menggunakan tipe mesin cuci apakah? Atau masih menggunakan cara manual dengan menyikat atau mengucek? Yang manapun, asal bersih dan harum, itu sudah cukup 😉

Post Comment

CommentLuv badge