Catatan Perjalanan Jimmy Ahyari

Mukjizat dari Dapur Ayah

Ada harum menyeruak ketika aku melewati dapur, harum yang sering kudapati saat ayah yang sedang getol mengkampanyekan manfaat buah sirsak meracik jusnya sendiri. Harum seperti itu selalu berhasil menghipnotisku untuk mendekat meskipun pada kenyataannya aku tak suka buah-buahan apapun jenisnya. Di sudut dapur yang penuh dengan peralatan meracik jus, ayah berdiri dengan beberapa butir buah sirsak yang sudah dikupasnya dengan telaten. Di sampingnya ada piring dengan biji-biji sirsak yang telah dipisahkan dari daging buahnya yang putih ranum. Mata ayah selalu tampak bersemangat saat mengolah buah-buah kesukaannya itu, apalagi jika hadir penonton yang menyaksikan keahliannya meracik minuman dari buah sirsak yang harum dan rasanya tak bisa dibandingkan dengan racikan profesional milik siapapun.

manfaat sirsak

Ayah menggembar-gemborkan manfaat buah sirsak belumlah lama, beliau memulainya karena peristiwa sebulan lalu yang menurutnya adalah mukjizat dari Tuhan. Adik kandungku yang menderita kanker hati sejak lama dan telah divonis tak akan memiliki umur yang panjang dinyatakan sembuh total saat pemeriksaan rutin sebulan lalu. Kami sekeluarga tak tahu harus berterimakasih pada siapa selain kepada ayahku yang tak pernah putus asa menyuapinya makanan-makanan sehat dan buah sirsak yang tidak hanya diambil dagingnya namun kulit serta daun-daunnya pula. Ayah mendapatkan informasi dari temannya bahwa buah berduri ini punya khasiat yang sangat baik untuk penderita kanker. Awalnya kami tak pernah berharap banyak dan selalu berusaha untuk ikhlas akan apapun yang akan terjadi kelak. Namun setelah dokter berkata kankernya sembuh, kami semakin percaya bahwa Tuhan telah membekalkan kekayaan alam yang luar biasa untuk dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh makhluk-makhlukNya.

Comments are closed.