Pakar SEO? Master SEO?

Ada yang tahu apa perbedaan antara dua kalimat di atas? Pakar SEO? Master SEO? Apakah artinya sama? Jangan bertanya dengan saya, lah saya juga tanya koq. Hahaha. Bagi IMers atau yang berkecimpung di dunia bisnis online, pasti sudah sangat sering mendengar atau membaca kalimat Pakar SEO atapun Master SEO. Kalau Anda punya teman yang bergelut di bidang internet, terutama blogger pemburu dolar, coba deh tanya “menurut loe, siapa sih Pakar SEO Indonesia?” atau “Tau ga loe, siapa Master SEO Indonesia?”

Jika Anda bertanya ke 10 orang, saya yakin jawabannya tidak kesemuanya sama. Mungkin ada yang bilang Si A, Si B, Si C hingga Si Z (bukan Meggy Z yang pasti). Kalau sudah ketemu namanya, tanyain lagi “kenapa pilihan loe jadi jatuh ke Si A sebagai Pakar SEO?” atau “tahu dari mana kalau Si B Master SEO Indonesia?”

Hati-hati ikut kontes SEO
Saya Bukan Pakar SEO

Berangkat dari pertanyaan tersebut, setiap orang memiliki jawabannya masing-masing terkait dengan keahlian SEO seseorang sehingga layak menyandang predikat Ahli SEO atau Pakar SEO atau Master SEO. Bahkan, bisa saja sang Pakar atau Master malah tidak merasa dirinya seorang ahli dalam bidang SEO (SEO ini kependekan dari Search Engine Optimization yang dalam bahasa Indonesia menjadi Optimisasi Mesin Pencari).

Secara teori, SEO merupakan rangkaian proses yang dikerjakan secara terstruktur sistematis dan massive #eh yang bermuara pada hasil untuk mencapai kenaikkan kuantitas serta kualitas trafik kunjungan melalui mesin pencari dengan berpedoman pada guideline serta algoritma mesin pencari yang dimaksud. Secara sederhana, SEO bertujuan untuk menempatkan sebuah situs web atau blog -berdasarkan kata kunci tertentu yang ditargetkan- pada posisi teratas dalam halaman hasil pencarian (SERP; Search Engine Results Page); yah, minimal ada di “pejwan”-lah (page one; halaman pertama) :D. Mengapa halaman pertama? Bukan kedua atau ketiga? Memangnya situ mau jadi yang kedua? #eh Karena umumnya psikologi manusia hanya akan mengklik hasil pencarian situs web blog yang berada di posisi paling atas atau hanya di halaman pertama.

Dengan semakin pesatnya perkembangan pemanfaatan internet sebagai media untuk berbisnis, SEO menjadi kebutuhan yang lambat laun juga turut meningkat. Berada di posisi teratas pada halaman hasil pencarian akan memperbesar peluang sebuah produk atau jasa berbasis web blog untuk mendapatkan customer anyar. Nah, kesempatan ini digunakan para Pakar SEO atau Master SEO untuk menawarkan keahlian mereka di bidang SEO untuk mengoptimasi produk atau web pemasaran suatu produk ataupun perusahaan di internet.

Sejarah SEO

Yang menarik, meski pada akhirnya SEO sering disalah artikan sebagai bentuk lain dari kegiatan Spam, kalimat SEO sendiri pertama kali “terlihat” dalam sebuah pesan SPAM pada 26 Juli 1997 di Usenet. Kala itu, algoritma mesin pencari tidak seketat celana para model saat ini sehingga gampang untuk dimanipulasi. Hm, 1997 ya? Saya baru SD kelas 4 atau 5 šŸ˜†

Webmaster dan Search Engine

Saking ngebetnya para pengelola website (webmaster), apapun dilakukan agar bisa terindeks di urutan teratas dalam SERP. Lucunya, Si Mesin Pencari (Search Engine) menyadari bahwa ada nilai ekonomi yang besar dari peringkat SERP. Jadi jangan heran kalau Google selalu memberitahukan “sedikit” clue terhadap perubahan algoritma mereka. Ntar, kalau terlalu “sulit”, bisa-bisa ditinggalkan ga dapat lagi deh pemasukan :mrgreen:

Pakar SEO Dunia

Sudah tentu si pendiri Google: Larry Page dan Sergey Brin. Mereka lah yang membuat pusing tujuh keliling para webmaster cupu seperti saya. Di samping itu ada beberapa orang lagi yang menjadi perhatian dunia karena pendapat dan pemikirannya, yakni:

Danny Sullivan

Seorang mantan wartawan LA Times yang mendirikan sebuag web bertajuk Search Engine Watch yang membahas mengenai perkembangan teknologi mesin pencari termasuk bisnis yang ada di dalamnya. Si Danny ini mash suka berbagi melalui tulisan dan laporannya di Search Engine Land.

Matt Cutts

Waduh, mungkin selalin pendiri Google, ini orang yang paling di kenal di kantor Google. Beliau ini programmer yang juga mantan pegawai NSA (National Security Agency). Pantas saja ilmu “memata-matai” web atau situs yang bermasalah beliau tinggi šŸ˜€ Si Pakde Matt Cutts ini juga seorang blogger yang tulisannya selalu menjadi rujukan pertama dalam informasti terkait perkembangan algoritam Google.

Vannesa Fox

Ah, jika Matt Cutts terkenal karena sebagai “juru bicara tidak resmi Google”, si Vannesa Fox ini terkenal karena dia wanita :shy: Si Doi adalah mantan karyawati Google yang mengemukakan GWT (Google Webmaster Tools); sudah barang tentu si doi ini juga programer tulen.

Jadi, Pakar SEO itu …

Search Engine atau mesin pencari adalah pintu masuk UTAMA karena pengunjung bakal kewalahan jika harus selalu mengingat alamat website yang ingin dituju atau dicarinya. Nah, jika begini layanan SEO akan menjadi laris manis tanjung kimpul karena perusahaan pemasaran berbasis web sangat bergantung pada posisi hasil pencarian agar produk dan jasanya dapat dikenal luas.

Muncullah para Pakar SEO atau Master SEO atau Ahli SEO atau SEO Specialist yang menawarkan Jasa SEO untuk bisa Berada pada posisi teratas atau halaman pertama hasil pencarian dengan kata kunci yang menjadi target. Dengan iming-iming bahwa peluang calon pembeli akan mengunjungi situs web mereka menjadi lebih banyak sehingga akan menaikkan tingkat konversi; perusahan mana yang tidak tergiur untuk menyewa seorang Pakar SEO?

Anda punya versi sendiri apa Pakar SEO itu? Atau siapa Pakar SEO di Indonesia menurut Anda?

6 komentar pada “Pakar SEO? Master SEO?

Comments are closed.