Catatan Perjalanan Jimmy Ahyari

Arisan Pertama

Ibu menyuruh saya membeli sabun cuci piring ke warung. Dia bilang persediannya di rumah sudah habis, dan dia bertanya pada saya maukah saya berbaik hati untuk kedua kalinya membelikannya ke warung. Seketika wajahnyapun tersenyum setelah saya mengangguk. Sebelumnya dia meminta saya bermain sendiri di kamar. Dia bilang pada saya maukah saya berbaik hati untuk tidak melakukan kenakalan apa-apa selama dia arisan dengan ibu-ibu yang lain. Saya bilang padanya saya akan berusaha sebaik mungkin. Ketika itu sambil tersenyum ibu mengelus rambut saya.

Saya tahu arisan ini merupakan momen yang penting bagi ibu, karena ini arisan pertamanya. Kami baru saja pindah ke lingkungan perumahan ini, dan agar kita dapat mengenal para tetangga juga diterima diantara mereka maka ibu mempersiapkan arisan ini sebaik mungkin. Termasuk juga mempersiapkan saya. Apakah arisannya sukses? Tanya saya. Ya, jawabnya, berkat kamu yang berbaik hati tidak menganggu, ujar ibu.

duit arisan

Setelah membeli sabun cuci piring saya mencari ibu yang ternyata sedang ada di dapur. Saya berikan sabunnya dan dia mengucapkan terima kasih. Saya perhatikan begitu banyak tumpukan piring, pisin, gelas, dan sendok yang kotor. Wajah ibu terlihat lelah karena sebelumnya dia telah menata itu semua dan mengisinya dengan masakan terbaiknya. Bolehkah saya membantu? Tanya saya pada ibu. Tapi dia bilang saya sudah cukup membantu, dan dia berterima kasih atas tawaran itu.

Setelah dia selesai membereskan sisa arisan itu semua, dia kemudian mendekati saya dan memberi saya es krim. Saya pun terkejut. Dia bilang itu adalah hadiah untuk saya karena telah menjadi anak yang baik. Saya pun melonjak gembira dan mencium pipinya. Terima kasih ibu!