Catatan Perjalanan Jimmy Ahyari

Kalimantan Menggugat: BLOKIR BATUBARA KALIMANTAN!

BLOKIR AJA BATUBARA YANG KELUAR DARI KALIMANTAN, BIAR YANG LAIN TAHU; KALIMANTAN ITU KAYA! Kita yang punya sumber daya alam (Batubara) malah kita yang sering mati lampu (lampu padam), kata seorang lelaki paruh baya yang sedang duduk menikmati kopi sambil mengamati aksi Blokir Batubara di Sungai Barito Kalimantan Selatan Sabtu 26 Mei 2012 kemarin.
Eh? Koq tumben saya menulis dengan topik “menegangkan” seperti ini? Yah, namanya juga blog, apalagi blog butut ane ini memiliki tag line “catatan perjalanan”; apa yang menarik hati saya, maka akan ditulis 😀

Kembali ke topik. Aksi Blokir Batubara ini dipicu pernyataan pemerintah yang menolak menambah BBM bersubsidi di Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan (KALSEL). Sebagai anak banua (sebutan untuk orang-orang yang tinggal di KALSEL), saya merasa terpanggil untuk menulis pendapat -meski dangkal-, serta pandangan saya terhadap hal-hal yang terkait daerah saya.

Saya tidak pernah protes sewaktu pemerintah ingin menaikan BBM (makanya tidak muncul tulisan tentang BBM di blog butut ini), karena saya tahu beban pemerintah. Eh, giliran tidak dinaikan, BBM malah semakin langka di KALSEL. Gubernur meminta quota tambahan, tetapi tidak dipenuhi oleh pemerintah (begitu yang saya baca di surat kabar lokal). Akhirnya, “muncul” aksi blokir Batubara ini.

Meski begitu, sebenarnya aksi blokir ini “mungkin” telah lama “terpendam” mengingat kekayaan alam yang dikeruk/ambil bukan main nilainya, tetapi TIDAK SEBANDING dengan pembangunan maupun kerusakan lingkungan yang diakibatkan. Saya berani bertaruh, jika Anda melihat LUBANG-LUBANG besar bekas kerukan/penggalian batubara pasti akan merinding melihatnya. Eh, begitu minta “jatah” BBM bersubsidi ditambah, jawaban pemerintah semakin memperkeruh suasana.

Jika blokir ini berlangsung selama 1 bulan penuh, dapat dipastikan pulau Jawa (tempat pemerintah pusat bertengger) akan GELAP seGELAP-GELAPnya (Mudah-mudahan ini terjadi 😆 ). Karena, suplai batubara yang sekarang hanya bertahan untuk 25 hari saja. So? Lanjutkan aksi blokirnya!! Biar pemerintah tahu! Mereka itu kaya dari daerah! Jangan lupakan daerah!

————————————————————-

Kalimantan Menggugat
Demo Kalimantan Menggugat | Sumber: radarbanjarmasin.co.id

Isi Kalimantan Menggugat:

  1. Keadilan pengelolaan sumber daya alam, diantaranya royalti pertambangan dan migas harus dikembalikan 80% untuk daerah. Termasuk dana bagi hasil perkebunan yang selama ini tidak kami nikmati. Dana reboisasi hutan yg telah digunduli pun raib entah kemana
  2. Siapkan kouta BBM yang mencukupi kebutuhan maksimal setiap rakyat yang membayar pajak untuk negara ini, tidak ada kelangkaan dan adil secara nasional, bukan pembatasan.
  3. Merdeka dari krisis listrik, listrik yang menerangi setiap rumah dikalimantan, bukan hanya pulau jawa dan bali.
  4. Prioritas pembangunan infrastruktur dan konektivitas pembangunan. Hingga puluhan tahun merdeka bahkan jalan utama penghubung antara kalimantan justru tidak terealisasi, semua harus terhubung kejakarta. Kalimantan hanya punya satu jalan nasional, sungguh sebuah ironi diantara gedung pencakar langit jakarta dan jawa.
  5. Kami menggugat dan mengingatkan kepada pemerintah daerah agar tidak lalai dan bekerja maksimal dalam memperjuangkan segala kebutuhan rakyat kalimantan, percayalah kami tidak akan lelah menyuarakan digarda terdepan untuk kalimantan yag adil, setara dan bermartabat

Demikian pernyataan sikap bersama forum peduli banua kalimantan selatan, melawan untuk keadilan dan kemakmuran bumi kalimantan.

Jika pemerintah atau negara ini tidak memperdulikan kami, maka kami juga tidak akan memperdulikan pemerintah atau negara ini.

Merdeka!!!

Jembatan barito, 26 mei 2012
Forum Peduli Banua atas nama rakyat kalimantan

————————————————————-

Saya berharap, kejadian ini “menginspirasi” daerah lain. Lihat Papua. Papua memiliki tambang emas TERBESAR di dunia. Tapi, lihat rakyatnya? Sungguh, yang paling lama diadili di pengadilan akhirat kelak adalah para pemimpin; para pemimpin yang hanya mementingkan diri, keluarga dan golongannya. Camkan itu bung!

Lihat Riau, kaya akan minyak, tetapi tetap ngantri untuk mendapatkannya. Kebetulan punya teman di Riau dan bercerita bahwa mereka juga kesulitan dalam memperoleh BBM.

Jadi ingat Pasal 33 yang dihapal terus menerus sewaktu masih duduk dibangku SD. Kekayaan alam Indonesia untuk Rakyat Indonesia? Omong kosong!

Terus terang, saya mendukung aksi blokir ini. Gubernur KALSEL aja mendukung, apalagi saya yang orang biasa 8)

Xixixixi 😀 koq saya jadi marah-marah ya? Sorry sob, hanya opini biasa yang ditulis dengan ilmu biasa oleh rakyat biasa 🙂

-Berbagi Tidak Pernah Rugi-