Catatan Perjalanan Jimmy Ahyari

Master SEO atau Spammer?

Well.. Indonesia memang selalu menjadi yang terkenal di dunia. Baik di dunia korupsi, maupun di dunia SPAM SEO. Sampai-sampai di beberapa forum luar negeri ada yang bertanya “kenapa kalian (orang Indonesia) begitu hebat dalam teknik SEO”. Padahal, si Penanya tidak tahu; bahwa kebanyakan (termasuk Saya tidak semua) orang di Indonesia pandai mencari celah-celah blog dofollow untuk menyisipkan link mereka.

Sah-sah saja sebenarnya selama komentar yang diberikan relevan. Para penyelenggara kontes SEO lokal pun tidak pernah mencantumkan aturan ketat mengenai hal ini. Kebanyakan hanya COPY-PASTE peraturan Kontes SEO yang pernah ada.

Anda mungkin pernah melihat aturan yang berbunyi:

Baca juga:

Dilarang menggunakan Black Hat SEO

Lah? Yang Black Hat SEO itu batasannya seperti apa? Tidak pernah dijelaskan. Tiap orang memiliki pendapat berbeda mengenai hal ini. Pertama kali terjun dalam dunia SEO ini (waktu itu Kontes SEO Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009), Saya yang lugu pemula waktu itu mengira bahwa SEO adalah ilmu untuk mengoptimasi kata kunci tertentu dari suatu halaman WEB dengan memperhatikan struktur web maupun elemen-elemen halaman yang akan dioptimasi. Ternyata? Pemikiran Saya hanya benar separuhnya. SEO yang separuhnya lagi adalah menanam backlink di website atau blog orang lain dengan memanfaatkan kolom komentar (yang dofollow tentunya). SPAM kah?

Kalau pendapat Saya pribadi, dikatakan SPAM jika komentar yang kita berikan TIDAK RELEVAN sama sekali dengan artikel yang kita beri komentar. Selama komentarnya relevan, itu bukan SPAM. Sekali lagi, ini hanya pendapat pribadi; yang notabene sebagai pemula yang ingin belajar SEO. Oke, Saya juga tidak munafik. Saya tidak mengelak jika Saya disebut SPAMMER. Tapi ingat, TIDAK PERNAH satu kalipun Saya nyepam; nyampah komentar tidak bermutu di blog milik orang Indonesia. Paling banter, Saya menggunakan Ahyari Network sebagai nama pada komentar (lebih sering menggunakan Jimmy Ahyari; nama lengkap sekaligus nama asli pemberian Orang Tua tercinta).

Saya tidak membenci SPAMMER. Toh keputusan tetap ada di tangan Administrator; ingin meng-approve atau men-delete komentar yang masuk. Yang ingin Saya tekankan di sini, jangan sampai karena ingin menjadi yang no.1 di Google, lalu kita memberi komentar tanpa membaca isinya, kemudian isi komentarnya sama, di blog manapun dengan anchor text sepanjang-panjangnya.

Bukti kalau Saya tidak membenci SPAMMER adalah blog ini. Blog ini menganut paham dofollow + CommentLuv yang juga dofollow. Silakan saja Anda meletakkan Anchor Text dengan Link-nya. Namun, agar komentar terlihat “sopan”, tolong jangan menggunakan link di dalam komentar Anda kalau tidak ingin ketangkap Akismet. Blog ini sudah menggunakan CommentLuv sebagai penghargaan kepada Anda karena sudah meninggalkan komentar (baik saran, tanya, salam atau kritik).

Menggunakan commentluv begitu mudah, tulis nama Anda, email, URL blog Anda (bukan URL artikel), isi komentar, beri tanda centang pada logo commentluv, tunggu loading dan akan muncul tulisan terakhir Anda seperti:

dan ini contoh komentar yang sudah di publish dengan mengaktifkan fitur CommentLuv:

Nah, mudahkan? Artikel terkahir Anda juga akan muncul. Cara ini lebih “terhormat”.

Ok, kembali ke permasalahan Master SEO atau Spammer. Mengapa Saya menulis hal yang kontroversial begini? Hal ini berawal dari pemberitahuan google:

We pay attention to dozens of different languages in our spam fighting, but sometimes we really want to drill down and concentrate on a small number of languages. We’d like to ask for your help to identify webspam in Thai, Indonesian, Romanian, Czech and Farsi. If you know of sites that violate our webmaster guidelines in these languages, please send us a spam report. We use this information not only to look at the sites listed in reports, but also to improve our effectiveness in the rest of your language on the web.

Thanks in advance for any data you send our way about spam in these languages. Of course, you’re always welcome to submit spam reports in other languages too!

Hoho.. Indonesia juga termasuk dalam “ancaman” ini. Untuk itu, jika tidak ingin dilaporkan oleh kawan-kawan sebangsa dan setanah air, tolong, jangan nyepam; nyampah di blog orang Indonesia. Urusan Anda dilaporkan pihak luar negeri, itu urusan pribadi Anda. Saya hanya tidak ingin jika sesama saudara saling lapor hanya karena “tidak beretika” saat memberi komentar. Ini juga hanya saran 😉 No Worry, No Offense…

Insyallah, sampai detik ini, tidak ada niat melaporkan blog Indonesia. Saya mengerti betul. Saat ini merupakan tahapan belajar. Belajar SEO yang baik. Tapi jangan “membuang sampah di pekarangan tetangga”. Malu euy =))

Kalau ingin kreatif, mencari dukungan backlink dengan cara sosialisasi juga bisa. Misalnya:

Halo, jika Anda ingin mendukung Saya dengan meletakkan link Sport Supplement, Indonesia Furniture Handicraft Wholesale Marketplace dan Salehdbrent Sgdashhousedotcom di sidebar Anda, Saya akan memberikan hadiah berupa domain .com gratis yang akan di undi setiap bulan untuk lima pemenang.

Masih banyak lagi contoh lainnya. Dulu Saya pernah membagikan program-program SEO gratis (padahal program tersebut Saya beli) untuk mendukung salah satu kontes SEO; hanya saja saat itu server down dan data-data hilang, sehingga kegiatan tersebut batal.

Sekarang, Saya semakin tahu bahwa SEO merupakan paduan On page dan Off page (meski tidak tahu artinya =)) ). Namun, Off page yang bagaimana? Inilah yang menentukan Anda Master SEO atau Spammer 🙂 *kalau Saya jelas Spammer 8)

Silakan jika Anda ingin menanggapi atau bercerita pengalaman Anda. Mohon dikoreksi bila ada salah-salah kata 🙂