Catatan Perjalanan Jimmy Ahyari

Opera Turbo: Senjata Ampuh untuk Koneksi Lambat

Siapa yang tidak kenal dengan Opera? Salah satu vendor browser terbesar di jagat dunia maya ini menghadirkan sensasi pengalaman browsing yang lebih cepat bagi pengguna internet yang memiliki koneksi terbatas. Opera Turbo. Inilah nama produk baru browser buatan opera tersebut.

Menurut situs resmi opera, Opera Turbo memiliki kecepatan yang mumpuni meski koneksi yang tersedia ‘pas-pas-an’. Bagaimana bisa?

Benar. Salah satu cara mempercepat proses loading konten dalam suatu halaman web adalah dengan sistem kompresi file-file tertentu (umumnya kualitas file image yang dikompresi). Bagi pengguna Opera Mini (browser khusus untuk ponsel bersistem Java MIDP), hal ini tentu sangat familiar karena Opera Mini juga menerapkan sistem kompresi. Hanya saja teknologi yang digunakan dalam Opera Turbo berbeda dengan sistem kompresi pada browser khusus ponsel, Opera Mini.

Di mana letak perbedaannya? Opera Turbo menggunakan sistem bernama Opera Web Optimization Proxy. Sedang Opera Mini menggunakan “Opera Binary Markup Language”. Penjelasan sistem-nya cari sendiri ya karena Saya juga tidak begitu mengerti 😛

Dengan sistem kompresi ini, tampilan suatu halaman web/situs dan teks sepintas terlihat sama, namun, coba perhatikan resolusi gambar yang ada pada halaman web tersebut, terlihat agak buram/blur bukan? Ini tidak lain adalah akiat kompresi yang dilakukan Opera Turbo. Sehingga, ukuran file yang di-loading menjadi lebih kecil dan tentu saja akan mempercepat proses loading.

Opera Turbo akan “terlihat” keunggulannya pada saat digunakan dengan koneksi/bandwidth rendah. Oh iya, kalau dipikir-pikir, selain mempercepat akses, Opera Turbo juga bisa menghemat biaya akses internet jika user menggunakan tarif berdasarkan ukuran file yang di-load. Istilah kerennya sih Volume Base, yang perhitungannya biasanya dihitung berdasarkan satuan Kilobyte (Kb).