Seberapa Bahaya Virus Corona Mengancam Jiwa

Seberapa bahaya COVID-19? Jawabanyya terhantung pada seberapa parah penyakit yang sebanding dengan ini, yaitu virus influenza yang pernah terjadi dengan jumlah total kematian lebih banyak dibandingkan virus corona lho, baik diamerika serikat maupun diseluruh dunia. Jadi, sebelum wabah ini menghabiskan banyak korban jiwa, ternyata sebelumnya juga pernah terjadi dan bahkan lebih parah lagi yang diakibatkan oleh virus influenza. Kesimpulannya, jangan khawatir dan merasa takut, fokus saja pada daya tahan tubuh kita yang semakin meningkat agar dapat terhindar dari virus tersebut.

Untuk jumlah yang dapat ditarik kesimpulan dari cek virus corona online tersebut masih belum dapat dipastikan, karena semakin hari virus tersebut semakin berkembang dari mulainya tes kesehatan dan pengobatan hingga yang positif terinfeksi. Selama ini sering kali kita dengar dan beredar kabar virus tersebut yang sangat mematikan, nyatanya beberapa perkiraan baru-baru ini menempatkan tingkat kematian virus corona baru mendekati 1%. Jadi seberapa fatal tingkat kematian yang disebabkan oleh virus tersebut? tentunya hingga sampai sekarang masih bisa terkendali selama dapat penanganan yang tepat, karena pasien akan dengan mudah cepat pulih dan sembuh dari infeksi virus tersebut jika langsung mendapat penanganan dari pihak rumah sakit tim medis. Perlu kita ketahui juga, ternyata walaupun para ilmuan sudah berusaha keras mencari tahu mengenai virus tersebut hasilnya tetap saja belum diketahui jelas mengenai virus corona atau COVID-19 yang sedang meluas ke berbagai daerah.

Kamu tahu tidak, ternyata terdapat ratusan ribu kasus terkonfirmasi diseluruh dunia, tapi ini hanya sebagian kecil dari jumlah total yang terinfeksi. Dan angka sebenarnya masih samar karena jumlah kasus asimtomatik-orang yang membawa virus tapi tidak menunjukkan gejala-gejala sangat sulit untuk bisa diketahui. Pengembangan tes antibiodi akan memungkinkan para peneliti untuk melihat apakah seseorang membawa virus atau tidak. Jadi, hanya dengan itulah kita bisa mengetahui seberapa cepat penyebaran virus tersebut terjadi.

Jika kita menanyakan seberapa mematikan virus tersebut bagi sipenderita. Maka, jawabnnya, sampai kita tahu jumlah kasus sebenarnya, mustahil untuk memastikan tingkat kematian. Saat ini estimasinya sekitar 1% dari orang yang terinfeksi coronavirus itu meninggal. Tapi jika ada banyak pasien asimtomatik, tingkat kematiannya bisa jadi lebih rendah.

Sebenarnya untuk menanggapi virus corona kita tidak perlu khawatir, cukup kenali beberapa gejalanya. Gejala umum virus tersebut sepertihalnya demam dan batuk kering, ini yang perlu kita perhatikan. Sakit tenggorokan, sakit kepala, dan diare juga telah dilaporkan pada beberapa kasus dan ada spekulasi kuat bahwa beberapa kasus akan merasakan kehilangan ondera penciuman. Dan jika gejala tersebut sudah dapat kita rasakan atau kita temukan pada salah satu anggota keluarga, maka langkah yang harus kita mabil adalah kunjungi dokter tersekat untuk menangani gejala yang ada, sebelum dapat menular kepada orang-orang terdekat seperti keluarga, teman, dan tetangga.

SARS NCOV COVID 19

Nah, tidak hanya gejala yang telah disebutkan diatas. Gejala dari virus tersebut juga dapat sangat parah bahkan memburuk jika tidak segera diatasi. Karena COVID-19 merupakan infeksi ringan bagi kebanyakan orang, namun pada sekitar 20% orang, infeksi ini terus berkembang menjadi penyakit yang lebih parah. Kenapa demikian? Kondisi sistem kekebalan tubuh seseorang sepertinya bagian dari masalah ini, dan barangkali ada faktor genetik juga. Pemahaman tentang hal ini dapat menuntun pada cara mencegah orang-orang sampai membutuhkan perawatan intensif. Jadi bisa kita tarik kesimpulan, jangan menyepelekan gejala sekecil apapun. Karena, semakin kita biarkan gejala tersebut, semakin cepat pula berembang hingga memberikan gejala yang cukup parah banhkan mengancam jiwa.