Menentukan dan Menganalisa Niche dan Keyword

Kalau diterjemahkan, NICHE berarti CERUK. CERUK ini semacam wadah untuk mengumpulkan. Sehingga, jika dalam konteks situs atau blog, NICHE ini bisa berarti TOPIK (wadah untuk mengumpulkan dan mengelompokkan). Makanya sering kita dengar percakapan “Niche blog mu tentang apa?” Kemudian dijawab “Niche blog ku tentang Gadget”. Untuk mempermudah, saya menyebutnya TOPIK. Namun, karena sudah terbiasa dengan NICHE, jadi yah anggap sama saja dengan TOPIK (ini ngomong apa?) 😆

Authority Niche dan Keyword Research

Sedangkan KEYWORD artinya sama saja dengan KATA KUNCI. Orang-orang IM (Internet Marketer) umumnya menyingkatnya dengan sebutan KW (ini bukan istilah para penjual ya “kualitas KW”; beda konteks, gan!) 😀

Nah, Niche dan Keyword ini WAJIB diteliti. Mungkin Anda sering mendengar atau membaca Niche Research? atau Keyword Research? Research jika menurut kalangan akademisi adalah penelitian. Namun, jika disebut Penelitian “Kata Kunci” akan terdengar “tidak ilmiah” karena umumnya kata Penelitian digunakan untuk bidang edukasi. Misalnya, “Penelitian Manfaat Ekstrak Jambu Biji terhadap Efektivatasnya melawan Diare”. Jadi, jika di dunia IM ini, research berarti mengamati, meneliti, menganalisa agar hasil yang diperoleh bisa maksimal.

Niche Research dan Keyword Research sendiri merupakan hal yang paling RUMIT (menurut saya). Kita tidak hanya berpatokan pada angka-angka atau bilangan yang nanti muncul, namun turut serta mengikutkan feeling terhadap niche atau keyword tersebut.

Saking pentingnya niche dan keyword research, hingga ada istilah Jika gagal dalam tahap menentukan Niche dan Keyword, sebaiknya tidak usah nyebur ke Adsense. Loh? Kata siapa? Ya kata saya :mrgreen: wkwkwk
[freemember]

Apa itu Niche? Keyword Research?

Sebelum membahas lebih jauh dan memutuskan niche apa yang tepat untuk blog kita nanti, sekali lagi saya tegaskan kita WAJIB melakukan research terlebih dahulu. Namun, sebelum memilih niche yang oke, kita harus tahu mengapa pemilihan niche bisa mempengaruhi hasil blog kita ke depannya.

Permasalahan yang sering saya hadapi dulu adalah kebanyakan informasi niche research yang beredar di internet sudah kurang/tidak up to date lagi. Entahlah kalau ebook atau kursus private berbayar yang mengajarkan tentang Adsense. Karena saya tidak pernah ikut begituan, nyarinya yang gratis mulu sehingga yang di dapat adalah yang sudah tidak “work” lagi 😀

Perubahan algoritma Google dalam beberapa tahun terakhir ini benar-benar “mematahkan” cara-cara “lama” dalam menentukan niche. Lantas, apa cara saya ini baru? Saya tidak tahu cara saya ini lama atau baru. Saya hanya mencoba metode seperti apa yang paling enak dan menghasilkan untuk research blog Adsense.

Contoh paling sederhana, DULUUU kayaknya “mudah” banget bangun situs/blog agar mendapatkan $100/bulan. Sekarang? Boleh tanya ke para orang-orang yang baru terjun dalam membangun blog. Jangan tanya yang udah veteran 😀

Seperti apa cara DULUUU itu?

Dulu, cukup “mudah” untuk bisa menghasilkan dengan blog adsense. Bahkan dengan waktu relatif singkat. Yang penting, jangan menembak kata kunci yang memiliki tingkat kompetisi yang besar dan gunakan kata kunci Long Tail Keywords. Hanya bermodal 2 prinsip di atas, blog kita sudah bisa mendapatkan traffic yang memadai untuk bisa gajian tiap bulan melalui Adsense.

Saat ini, silakan Anda mencoba seperti cara di atas. Hasilnya? Mungkin akan kecewa atau frustasi. Wkwkwkwk 😀

Meski menggunakan Long Tail Keywords, sangat sulit untuk bisa merajai SERP (Search Engine Ranking Position). Apa sebabnya? Saat ini rata-rata SERP dikuasai situs atau blog yang ber-authority; bahkan untuk kata kunci dengan search volume terkecil sekalipun.

Lantas, seperti apa cara BARUUU-nya?

Melihat dari gambaran cara DULUUU, berarti jika ingin bersaing di SERP kita harus memiliki situs/blog dengan rank Authority yang baik. Authority ini meliputi Domain Authority (DA) dan Page Authority (PA). Dan tentu saja Niche dan Keyword yang sudah kita “selidiki” nanti.

Sehingga, jika DULUUU cara berpikir kita “bagaimana MEMBUAT blog Adsense yang banyak dan cepat menghasilkan” maka harus dirubah menjadi “bagaimana MEMBANGUN blog Adsense yang TAHAN LAMA atau long term business”.

Jadi secara prinsip, Belajar Google Adsense yang ada di blog butut ini didesain sedemikian rupa untuk MEMBANGUN SATU BLOG saja. Tidak “beternak” blog. FOKUS di SATU blog saja yang telah benar-benar kita teliti NICHE dan KEYWORD-nya.

Jika dibikin perencanaan untuk mendapat Authority yang terpercaya dari Google, maka akan seperti poin berikut ini:
1. Kita harus menembak/mentargetkan Keywords yang Besar di Niche yang kita pilih nanti.
2. Konsisten dalam membangun link.
3. Membangun kerangka artikel sebagai pendukung artikel utama.
4. Mendapatkan traffic dari Long Tail Keywords.
5. Traffic didapat, maka dolar akan mengalir.

Secara sederhana, seperti itulah nanti roadmap/perencanaan kita terhadap blog Adsense yang nanti kita bangun.

Authority yang baik, akan menghasilkan HASIL yang baik

Blog dengan authority baik akan mendapatkan keuntungan seperti peringkat SERP yang lebih baik untuk kata kunci utama maupun berbagai variasi dari long tail keyword sebagai artikel pendukung artikel utama. Authority yang baik juga merupakan bukti bahwa konten kita disukai pengunjung.

Sudah mulai tergambar blog seperti apa yang akan kita bangun? Jika masih belum tergambar, maka akan saya tulis dengan gamblang bahwa blog yang akan kita bangun nanti adalah blog ber-authority bagus

Keuntungan membangun blog authority ini adalah tahan lama dan tahan banting sehingga kita tidak perlu khawatir jika Google mengupdate algoritma spam mereka karena kita tidak membangun blog spam. Makanya sejak awal saya menulis, kita fokus membangun SATU blog dulu. Membangun blog authority berbeda dengan membangun blog spam (semisal AGC/Auto Generated Content). Percayalah, saya sudah banyak membangun blog ber-genre AGC ini. Bahkan cara sederhananya pernah juga saya tulis di blog ini. Perbedaan paling mencolok adalah blog spam/AGC mengharuskan kita “beternak” banyak blog dan “umur” blog tersebut relatif pendek (ada yang hitungan minggu, bulan, meski ada yang bertahun-tahun “selamat” dari badai DeIndex).

Menemukan Niche yang Profitable

Dalam pokok bahasan ini, kita akan berusaha menemukan niche yang memiliki “tingkat kemungkinan” paling menguntungkan. Jika Anda sudah memiliki suatu niche atau topik dan sudah berpengalaman tentang bahasan ini, silakan di skip 😉

Pemilihan Niche yang baik, setidaknya melibatkan 4 pertanyaan berikut ini:

  1. Apakah ada banyak kata kunci (keyword) yang bagus di Niche tersebut?
  2. Apakah Niche-nya memiliki peluang dalam meraih keuntungan?
  3. Seperti apa gambaran umum nilai Cost per Click (CPC) di niche ini?
  4. Seberapa sulit/mudah tingkat persaingan di mesin pencari?

Jika Anda baru pertama kali “melakukan” pemilihan niche ini (biasanya kan bikin blog tanpa niche alias blog gado-gado), untuk sementara, lupakan 4 poin di atas 😛 Mengapa? 4 Poin di atas hanya akan membuat stress jika kita baru pertama kali mempelajari hal ini.

Sebagai tahap pembelajaran, saya lebih menyukai metode “kebiasaan”. Karena terbiasa memilih niche, lambat laun juga akan mudah dan mengerti.

Untuk memilih niche, yang paling mudah adalah dengan masuk ke situs StumbleUpon (SU). Mengapa SU? Karena situs bookmarking ini menyediakan kategori yang sangaaaaaat rapi dan terorganisir. Ada banyak niche dan topik yang bisa dipilih. Pilih 7 niche yang Anda pikir bahwa niche ini adalah yang lebih mudah bagi Anda untuk dimengerti dari pada yang lain.

Apakah Anda harus memilih niche secara umum atau yang tertarget? Secara umum misalkan saja kita contohkan “Tennis”. Secara tertarget, maka kata kuncinya lebih spesifik seperti “the best tennis player”. Yang manapun, tulis 7 niche yang Anda pilih tadi di kertas atau notepad.

Jadi, SU tadi hanya sebagai tempat mencari inspirasi ide untuk Niche.

Sampai di sini, Anda sudah memiliki 7 buah niche yang Anda pilih sesuai saran di paragraf sebelumnya. Benar? OK. Simpan, kita masuk ke tahap selanjutnya untuk melihat mana Niche yang memiliki tingkat paling menguntungkan.

Menganalisa Niche untuk Menentukan Keywords

Niche yang Anda pilih tadi, bisa Anda masukkan ke Keyword Planner Google Adwords dan klik Get Ideas. Atau menggunakan KeywordTool.io dan KeywordEveryWhere seperti yang ada pada video di bawah ini: (Jangan lupa subcribe ya? 👿 dan tekan jempol ke atas wkwkwk 😀 )

Namanya mencari keyword ini, tidak melulu sekali jalan langsung dapat. Ulangi prosesnya jika tidak menemukan yang didapat dengan cara menganti niche atau kata kunci. Selebihnya saya rasa cukup jelas di video di atas.

Hindari Keywords yang seperti ini

Pada video di atas juga ada saya sebutkan. Pada dasarnya, untuk tahap awal, hindari kata kunci yang terkait dengan produk yang ada/banyak dijual di e-commerce karena kata kunci tipe ini rada sedikit “berbeda” dari pada hasil pencarian normal lainnya. Intinya, jika kata kunci yang Anda pilih Anda coba di Google kemudian hasil pencariannya yang muncul adalah situs-situs ecommerce, sebaiknya batalkan niat Anda dengan kata kunci tersebut 😛

Jadi kata kunci seperti apa? Pilih yang lebih mengarah ke informasi; bukan ke jualan.

Menganalisa Tingkat Persaingan di Mesin Pencari

Pada tahap ini juga sudah termasuk dalam video di atas. Huff. Ga sia-sia bikin video. Lebih enak ketimbang nulis 😀

Sudah siap ke tahap selanjutnya?

Binggung dengan beberapa istilah di tulisan ini?
Jika ada istilah yang Anda tidak mengerti, silakan googling (ketikkan istilah tersebut di mesin pencari google)

Bersambung…

Contact

Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia

Hubungi Kami

Connect

Subscribe

Join our email list to receive the latest updates.