Catatan Perjalanan Jimmy Ahyari

Design Vs SEO

Tidak menyangka, akhirnya dilema –Design Vs SEO– ini menghinggapi juga. Telah lama Saya melihat perbedaan mencolok struktur desain theme wordpress yang colorful dan begitu fancy dengan template yang simpel serta minimalis. Entah Saya yang tidak bisa mendesain, atau tidak bisa mengoptimasi tema atau mungkin tidak bisa keduanya πŸ˜€. Pada akhirnya, theme wordpress yang SEO selalu “berpenampilan” standar bahkan terkesan jadul.

Apa sebegitu besarnya pengaruh struktur theme wordpress terhadap SEO? Mungkin masing-masing webmaster memiliki pendapat berbeda. Tidak mengapa, karena perbedaan itu indah πŸ˜‰

Hal ini telah lama Saya perhatikan (sok memperhatikan mode: ON =)) ). Contohnya adalah saat menguji coba blog berpagarank 0 dengan theme yang terbilang “cukup” SEO; untuk ikut menembak keyword NegeriAds.com Solusi Berpromosi. Apa yang terjadi? Hari pertama posting sudah berhasil masuk 100 besar (padahal tertinggal 1 bulan lebih). Hari kedua mampu tembus 50 besar. Hari ketiga berhasil di halaman 2. Dan sekarang, seiring bertambahnya kontestan, artikel tersebut terlempar ke halaman 5.

Lantas, apa yang aneh? Nah, Ahyari Network ini juga mengincar keyword NegeriAds.com Solusi Berpromosi. Tebak posisi berapa saat ini? Berada pada halaman 11 atau no.100 lebih! Hey! Apa yang terjadi? PageRank blog ini lebih besar. Dan artikel NegeriAds.com solusi Berpromosi pun sama-sama berada di halaman depan (home). Ada kemungkinan pengaruh backlink, namun tidak mesti backlink juga.

Blog berPR 0 tersebut memiliki struktur yang tertata rapi. Tag-tag seperti H1, H2, H3, div dll diatur sedemikian rupa. Berbeda dengan theme blog ini yang tidak pernah diset seperti itu. Terus terang, untuk tampilan “versi manusia”, blog ini lebih sedap dipandang πŸ™‚ tapi, semua itu dulu. Sekarang blog ini telah berganti “baju” dan hampir telanjang! Maksudnya, sekarang tampak lebih minimalis dan cepat loadingnya. Hal ini semata-mata agar “terlihat lebih baik oleh bot search engine“. Kekurangannya, tentu saja di desain.

Sebenarnya memang bisa merubah tag-tag html tampilan terdahulu. Hanya saja, terlalu banyak yang dirubah. Apalagi gambar-gambar yang ada membuat loadpage semakin berat. Untuk itu, diputuskan untuk merubah total theme. Seperti yang Anda lihat sekarang πŸ˜‰

Ok, sekarang ke Design vs SEO. Hal ini telah lama menjadi “perdebatan” antara designer dengan optimizer. Perdebatan antara orang yang berfokus terhadap tampilan dengan orang yang mengincar relevansi keyword/text. Seorang desainer lebih mengutamakan tampilan yang terlihat langsung. Berbeda dengan orang yang mengutamakan SEO. Mereka lebih memperhatikan tampilan yang bisa dilihat google bot πŸ˜€

Coba Anda lihat web yang menggunakan flash (seperti milik saya di Ahyari Network flash edition πŸ˜‰ ) yang hampir semuanya menggunakan format *.xml yang dipadu dengan *.swf. Perhatikan source code-nya. Apakah SEO Friendly? Tentu tidak. Namun, jika pertanyaannya adalah “apakah tampilannya bagus?” Mungkin Anda akan menjawab “woow.. bagus sekali!” πŸ˜›

Memang yang terbaik adalah Desain dan SEO dipadukan dengan seimbang. Jika begitu, server/hosting juga berpengaruh. Sebab, dengan semakin banyak image yang diload, maka akan semakin berat juga terbukanya. Contoh desain sederhana sebuah web sederhana adalah Google. Mengapa google tidak membuat desain flash? Apa google tidak memiliki ahli desain? Tentu google memilikinya, bahkan mungkin memiliki yang terbaik. Namun mereka memilih desain yang sederhana. Tanya mengapa?

Jadi, design vs seo ibarat air dan minyak. Tidak bisa bersatu padu. Begitukah? Ini hanya pendapat Saya yang notabene hanya seorang pemula. Bagaimana pendapat Anda? Mari berbagi πŸ˜‰