Catatan Perjalanan Jimmy Ahyari

Indonesia Siap Bersaing di SERP

Indonesia Siap Bersaing di SERP. Awalnya hanya berniat ikut meramaikan sebuah Kontes; Kontes SEO Indonesia Siap Bersaing di SERP; eh, malah jadi penasaran. Mengapa? Belakangan, posisi artikel tulisan –yang khusus dibuat untuk mengikuti kontes tersebut– semakin “terpuruk”. Kalau tidak salah, saat tulisan ini ditulis, posisi Indonesia Siap Bersaing di SERP berada di halaman 3 (atau halaman 4?). Memang tidak mendapatkan perlakuan SEO off page yang memadai (karena koneksi internet yang super cepat), hanya mengandalkan SEO on page seadanya; yang belakangan Saya sadari kalau keyword density-nya terlalu l3b4y. Lebay? Berkisar antara 9-10% dalam satu halaman.

Berapa sih density atau kerapatan kata kunci yang ideal?

Tidak ada yang tahu persis. Namun, sepengetahuan Saya tentang SEO on page, Google lebih menyukai nilai kerapatan kata kunci antara 4-7%, sedangkan Yahoo lebih besar, yakni berkisar antara 7-12%. Ini yang ingin Saya buktikan. Untuk itu, Saya mencoba di tulisan Indonesia Siap Bersaing di SERP pada BLoG kiTa. Padahal awalnya Saya mengatur sedemikian rupa agar density berada di rentang 7-8% saja.

Baca juga:

Mengapa Keywords Density bisa bertambah?

Salah satu penyebabnya adalah karena form komentar yang terbuka. Jika pengunjung diizinkan untuk memberi komentar dan pengunjung menggunakan Indonesia Siap Bersaing di SERP sebagai Nama di form komentar, sedikit banyak akan mempengaruhi komposisi kerapatan kata kunci. Bukannya Saya menyalahkan para komentator loh. Saya malah senang kalau ada yang memberi komentar yang penting tidak asal komentar a.k.a SPAM 😳

Nah, keywords density hanya salah satu faktor dalam SEO on page untuk bersaing di SERP. Masih banyak faktor lagi kalau kita berbicara tentang on page seperti penggunaan tag html.

Di samping on page, kata para pakar SEO, juga ada yang namanya off page. Secara singkat, SEO off page dapat diartikan link building. Maksudnya, sebarapa BERKUALITAS dan seberapa banyak domain/web lain yang nge-link ke artikel atau ke blog kita. Ini yang sering salah kaprah. SEO off page tidak selalu berarti NYEPAM. Menurut Saya, link building tidak selalu berarti nyepam. Bisa saja Anda membuat blog-blog gratisan dan memberikan link balik (backlink) ke blog utama Anda. Cara ini lazimnya dikenal dengan sebutan Dummy Blog. Masih banyak lagi contoh off page yang baik dan tidak merugikan. Saya? Saya ini termasuk golongan abu-abu. BlackHat bukan, WhiteHat apalagi. Yang pas sepertinya GreyHat :mrgreen:

Tujuan Tulisan Indonesia Siap Bersaing di SERP

Tulisan Indonesia Siap Bersaing di SERP ini pun ingin melihat “hal-hal” yang Saya curigai, mengingat Google akhir-akhir ini hobi betul merombak sistem pencarian mereka. Dari munculnya Google Caffeine hingga yang terbaru adalah live preview dari posisi hasil pencarian (SERP).

Sekedar intermezo, dalam hasil penelusuran Google untuk kata kunci Indonesia Siap Bersaing di SERP, SEBAGIAN besar yang menempati posisi teratas menggunakan blogspot. Apa Google pilih kasih? Apa Google tebang pilih? 😀 Oh, tidak, Saya tidak cemburu. Saya malah salut! Ini bukti kalau yang gratisan tidak selalu jelek. Yang penting dalam ngeblog bukan berbayar atau gratis, melainkan HASRAT untuk berbagi 😉

Tunggu, sebelum Saya ngantuk, Saya punya pertanyaan besar untuk Anda. Apa posisi di Google ditentukan oleh banyaknya Backlink? Silakan Anda cek satu per satu. Yang paling banyak backlink, belum tentu berada di posisi satu  (#1) pada SERP 😉 Am I Right?

Yah, bagaimanapun, ini bukti kalau Indonesia Siap Bersaing di SERP.