Catatan Perjalanan Jimmy Ahyari

STOP KORUPSI dan SUAP di Indonesia

STOP KORUPSI dan SUAP di Indonesia. Itulah kalimat yang Saya dengar dari seorang anak kecil -yang sedang bermain- sewaktu berjalan di seputaran Malioboro Yogyakarta. Saya terheran-heran; “Koq bisa anak sekecil itu berteriak dengan lantang?” Mungkin si anak sendiri belum memahami sepenuhnya kalimat yang dia ucapkan. Akan tetapi, setidak-tidaknya dia meneriakkan kalimat yang bisa “MENAMPAR” orang-orang -yang tampak luar- terpelajar.

Saya teringat sebuah berita di mana ada anak kecil yang dijatuhi hukuman penjara karena memalak 1000 rupiah dari salah seorang rekannya (belakangan si anak tidak jadi ditahan karena berbagai pertimbangan). Saya berfikir, yang mengambil uang 1000 rupiah saja ditahan; bahkan tanpa melihat “siapa” dan seperti “apa” pelakunya. Lah? Yang miliaran? Yang mengambil uang rakyat dengan jumlah miliaran memang ditahan, tapi kalau sewaktu-waktu ada urusan atau keperluan, mereka “boleh” keluar dari tahanan.

Kemana lagi rakyat biasa seperti Saya mengadu? Polisi bisa disuap, Jaksa bisa disuap, Hakim bisa disuap; Memang hanya segelintir oknum yang melakukan korupsi dan menerima suap, tapi dampaknya? SATU INDONESIA Bung!

Baca juga:

Mari menelaah sejenak kasus Gayus Tambunan yang melibatkan beberapa perusahaan besar dan beberapa “orang besar”. Saya tidak mengerti mengenai pasal-pasal atau perundang-undangan tentang korupsi dan suap-menyuap. Logikanya, jika yang menerima suap dihukum, yang memberi tentu harus dihukum. Lantas? Mengapa sampai sekarang si pemberi suap malah tidak diapa-apakan? Bahkan terkesan kalau pihak berwenang TERLALU TAKUT. Sadar bos! Yang perlu ditakuti cuma satu, ALLAH Tuhan Yang Maha Esa! Ngapain takut sama manusia? Toh sama-sama makan nasi lain cerita kalau manusianya makan besi.

Korupsi diambil dari bahasa latin, corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok. Secara harfiah, korupsi adalah tindakan yang secara tidak kurang (w)ajar dan ilegal untuk memperkaya diri pribadi atau memperkaya rekanannya, dengan menyalahgunakan kekuatan serta kekuasaan publik yang dipercayakan masyarakat kepada mereka.

Bagaimana men-STOP Korupsi dan Suap di Indonesia?

Tahukah Anda kalau bahaya korupsi sebenarnya bukan karena merugikan orang lain (baca:orang banyak), melainkan merugikan diri sendiri. Buat apa uang banyak kalau batin selalu tertekan dan takut tertangkap? Apa uang menjamin kebahagian? Korupsi juga tidak selalu terkait dengan uang, uang dan uang. Korupsi bisa merambah apa saja. Seperti mengambil jatah makan berlebih atau tidak tepat waktu bahkan bolos kuliah/kerja bisa digolongkan sebagai korupsi.

Tulisan ini pun Saya buat sebagai pengingat diri sendiri. Blog inilah tempat Saya menyuarakan hati. Tidak perlu turun ke jalan kalau hanya berakibat rusuh dan merusak fasilitas umum. Silakan mahasiswa turun ke jalan untuk berdemo. Tapi demo yang santun. Jangan sebut diri kalian mahasiswa kalau demo berakhir ricuh!.

Maaf buat pengunjung yang kebetulan membaca tulisan penuh nada keras begini. Ini tulisan ekspresif, bukan tulisan untuk mencari sensasi; apalagi, mencari kontroversi. Saya hanya ingin meneriakkan dan menanamkan kalimat yang diucapkan oleh seorang anak kecil. Saya hanya ingin menyambung teriakan anak kecil tersebut. Kali aja Presiden SBY membaca tulisan ini. So, STOP KORUPSO dan SUAP di Indonesia