Catatan Perjalanan Jimmy Ahyari

9 Tips SEO Khusus Toko Online

Semakin menjamurnya toko online dewasa ini, membuat saya tertarik untuk “melihat-lihat” struktur web yang digunakan sebagai situs atau blog E-commerce tersebut; terutama jika dipandang dari sisi ke-SEO-annya 😀 . Dari hasil pengamatan singkat di beberapa web/blog yang memiliki predikat toko online secara acak, saya dapat menyimpulkan beberapa telah “bagus” SEO-nya; dan beberapa lagi “kurang bagus” SEO-nya.

Untuk diingat, tulisan ini jangan dijadikan patokan mutlak, karena yang menulis bukan seorang master SEO. Ini murni pendapat dari saya berdasarkan pengalaman saja. Jadi, jika nanti terdapat kekeliruan sehingga berdampak pada meningkatnya web toko online Anda di mesin pencari, tolong jangan salahkan saya *halah* 😛

Ok. Cukup paragraf pembukanya. Sekarang kita akan memasuki isi dari 9 Tips SEO Khusus Toko Online, yakni:

  1. Buat konten atau tulisan yang UNIK tentang produk yang Anda jual di toko online Anda. Bisa review atau membandingkan 1 produk dengan produk lainnya yang memiliki fungsi sama namun berbeda merk. Usahakan perbandingannya bukan menjelekkan satu sama lain, tapi lebih ke arah kelebihan masing-masing produk. Google sangat menyukai konten yang unik (bukan hasil copy-paste). Di poin ini juga kita bisa memaksimalkan penggunaan tag H1, H2 dan H3 serta memperhatikan kerapatan kata kunci.
  2. Ketahui APA yang diinginkan pengunjung atau pembeli. Istilah lain dari kalimat di samping adalah riset kata kunci. Anda dapat pula mengecek kata kunci perminggu, perbulan atau pertiga bulan melalui tool-tool analitik. Jika ingin yang gratis, saya menyarankan menggunakan Google Analytic. Kata kunci yang diperoleh akan menjadi salah satu patokan Anda untuk memperkuat kata kunci untuk produk apa yang ingin Anda tonjolkan.
  3. Buat kategori atau halaman yang sesuai dengan apa yang pengunjung cari. Mungkin Anda menjual produk dengan rinci seperti “Nikon D90”. Akan tetapi, kebanyakan orang-orang di luar sana seringkali mencari “Kamera Digital Nikon” atau mungkin “Kamera DSLR Nikon”? Jadi, buatlah kategori umum, baru diisi dengan produk yang lebih spesifik 😉
  4. Terapkan Interlink. Interlink merupakan suatu metode yang menghubungkan tulisan yang baru dengan tulisan sebelumnya atau produk A dengan Produk AA. Sebaiknya yang relevan. Jika Anda membahas tentang Sepeda Fixie, sebaiknya jangan membuat link yang mengarah ke Kompor Gas :mrgreen: Dan ingat, interlink hanya terjadi jika Anda memberikan tautan ke dalam (ke tulisan yang sama-sama ada di domain/web/blog Anda). Oh iya, gunakan juga anchor text yang sesuai 😉
  5. Izinkan pengunjung untuk berbagi (sharing) ke sosial media. Cara ini memang tergolong ke dalam SMO (Social Media Optimization), akan tetapi, semenjak Google mengatakan bahwa mereka juga memperhitungkan pengaruh sharing ke sosial media (terlebih jika via Google Plus/G+) tentu saja cara ini akan menjadi alternatif tersendiri untuk meningkatkan SERP. Yang pasti, dengan cara ini akan meningkatkan pengunjung 😀
    Tidak perlu terlalu banyak, cukup letakan 3 tombol untuk berbagi (seperti milik saya di bawah); twitter, facebook dan G+.
  6. Backlink. Backlink atau tautan balik dari luar web atau blog Anda. Tidak dapat dipungkiri, keberadaan backlink dalam menentukan posisi SERP memang masih cukup berpengaruh. Namun, bukan asal backlink. Carilah backlink yang sesuai dengan topik web/blog Anda. Dan juga, JANGAN dofollow semua. Nanti Google curiga “ini toko online koq, backlinknya dofollow semua.. Banned aaaah” gumam Google dalam hati 👿
  7. Hindari duplikat Konten. Kebanyakan web toko online memiliki kekeliruan di sini. Mereka membuat categori atau kata kunci berdasarkan rentang harga, yang populer, jenis produk, merk produk dll. Hal ini sangat riskan. Terkecuali Anda terampil dalam mengatur judul, deskripsi dan meta keyword sedinamis mungkin. Contohnya nih ya, review tentang Ultrabook Notebook Tipis Harga Murah Terbaik berada di kategori Komputer. Tetapi juga berada di kategori Gadget. Sehingga, saat bot Google datang ke kedua kategori tersebut, review tentang ultrabook notebook tipis harga murah terbaik akan seperti “seolah-olah” berada di 2 halaman (karena ada di 2 kategori) dengan judul, deskripsi dan meta keyword yang sama, sudah PASTI google akan menganggap hal ini duplicate content (silakan cek di Google Webmaster).
  8. Gunakan URL yang mendeskripsikan produk. Hal ini mungkin telah banyak dimengerti. Akan tetapi, beberapa masih saja menggunakan URL yang tidak desriptif. Google atau mesin pencari lebih menyukai URL seperti www.tokoonlinewww.ahyari.net/camera/nikon-d90 dari pada www.tokoonlinewww.ahyari.net/page?id=777&cat=10&hl=en
  9. Review dari pengunjung. Izinkan pengunjung menambahkan review atau pendapat mereka terhadap produk yang Anda pajang. Secara tidak langsung, hal ini juga akan membuat konten Anda semakin unik.

Sembilan Tips SEO di atas hanya “kulit”nya saja. Silakan mempelajari lebih dalam mengenai masing-masing poin di perpustakaan Google 😀 Terutama untuk poin nomor 7. Terus terang, ini poin tersulit. Semakin banyak halaman dalam suatu toko online, maka akan semakin banyak pula kesempatan terjadinya duplikasi konten. Duplikasi konten bukan hanya keseluruhan isi saja, melainkan judul serta deskripsi yang sama. Mungkin ke depannya, saya akan sedikit membahas tentang cara mencegah meminimalisir terjadinya duplikasi konten.

Untuk saat ini, sekian dulu. Meski beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis 10 Kesalahan dalam Mengoptimasi Web Blog serta 18 Tips SEO Sederhana, tips di atas hanya pengkhususan aplikasinya ke Toko Online. Tips di atas bukan dari seorang yang ahli, jadi pertimbangkan dan pergunakan dengan bijak. Jika ada yang ingin menambahkan, dengan senang hati Saya akan mengaprove komentar Anda 8) . Sebagai tambahan pegangan, silakan untuk mendownload Ebook Panduan SEO.

-Berbagi Tidak Pernah Rugi-