Catatan Perjalanan Jimmy Ahyari

Jumlah Backlink Masih Berperan

Dalam beberapa tulisan terdahulu, banyak sekali komentar yang menanyakan:

Bagaimana cara meningkatkan PageRank (PR) di blog kita?

Apakah Backlink masih berpengaruh dalam menentukan posisi SERP?

Berapa banyak sih jumlah backlink yang diperlukan untuk meningkatkan PR?

dan masih banyak yang lainnya… :study:

Dalam postingan kali ini, dan ini hanya asumsi berdasarkan data dan pengalaman di lapangan, bahwa Jumlah Backlink Masih Berperan dalam menentukan PR dan SERP. Buktinya? 😕

Untuk itu, sengaja saya menampilkan screenshot dari halaman pribadi data “Links to Your Site” saya di Google Webmaster Tools. Buka rahasia? Bukan, hanya ingin sharing, siapa tahu Anda-Anda yang kebetulan membaca memiliki data berbeda dan hasil berbeda, tentu akan memperkaya khasanah per-backlink-an kita 😆

Cara Meningkatkan PageRank dan Jumlah Backlink?

Untuk pertanyaan Cara Meningkatkan PageRank dan Berapa Banyak Jumlah Backlink yang diperlukan untuk mendapatkan PR, silakan mengamati dari data blog butut dan blog dummy saya:

Perbandingan Jumlah Backlink

Nah, bagaimana pendapat Anda setelah melihat perbandingan jumlah backlink dengan PR yang diperoleh? Berbeda jauh? Hal ini membuktikan kalau Jumlah Backlink Masih Berperan dalam menentukan PageRank (meski Google sendiri -katanya- tidak mementingkan PageRank).

Meski begitu, di beberapa domain milik saya yang lain, ada yang hanya memiliki ratusan backlink, (tidak sampai puluhan ribu apa lagi ratusan ribu), namun bisa mencapai PR 3. Nah, kalau yang begini, bagaimana penjelasannya? Untuk diketahui, domain tersebut berumur 10 tahun lebih. Saya pun membelinya bukan fresh, melainkan membeli dari orang lain (yang mungkin dulunya pernah dibangun dan menerapkan link building yang bagus). Dari sini saya -kalau boleh- menyimpulkan bahwa, selain jumlah backlink, umur dan kualitas domain yang memberikan backlink turut mengambil peran dalam PageRank.

Sehingga, meski backlink sedikit namun domain yang memberikan backlink memiliki “reputasi” yang bagus serta relevan di mata Google, bukan tidak mungkin PageRank yang dimiliki oleh si penerima backlink juga akan semakin baik. Namun, tetap saja jumlah ikut berperan.

Apakah Backlink masih berpengaruh dalam menentukan posisi SERP?

Meski Google mengatakan bahwa Content is King, tetap saja Backlink juga turut serta mengangkat posisi web/blog kita di mesin pencari (terutama Google). Sebagai bukti, kemarin saya mencoba mempelajari *halah* pengaruh backlink terhadap hasil SERP di kontes SEO Seribu Pernak Pernik Ponsel Android.

Secara kebetulan -sewaktu penjurian- blog butut ini berhasil meraih posisi ke-2 dalam kontes SEO tersebut (meski 2 hari sebelumnya sempat bertengger di posisi puncak klasemen). Setelah pengumuman resmi dari pihak penyelenggara, kemudian dengan perlahan dan hati-hati, saya mulai “mencopot” satu per satu backlink hingga tidak ada satu pun tersisa di dummy blog saya. Apa yang terjadi setelahnya? Setelah saya melucuti backlink tersebut, secara perlahan posisi blog butut ini menurun hingga ke no.7 (sekarang, sewaktu menulis ini, saya mencek di posisi 5).

Dari hasil pengamatan singkat dan sederhana tersebut, saya yakin betul bahwa backlink masih berpengaruh terhadap SEO. Hanya saja, jangan terlalu L3B4Y. L3B4Y di sini berarti terlalu berlebihan dalam berburu backlink. Saya sendiri hanya menggunakan beberapa dummy blog dan forum profile serta beberapa bookmark. Dan TIDAK semuanya dofollow; beberapa diantaranya adalah Nofollow.

Hal ini penting. JANGAN pernah menanam backlink yang kesemua backlinknya menganut paham dofollow. Bukan posisi tertinggi yang Anda raih, melainkan padang pasir mbah Google alias Google Sanbox. Ini yang menyebabkan artikel atau tulisan yang Anda buat -dan “disiram” secara berlebihan dengan backlink- menghilang dari SERP.

Jadi, kesimpulan dari 2 analisa sederhana dan dangkal di atas, saya berpendapat bahwa:

  1. Selain jumlah backlink, kualitas backlink juga harus diperhatikan.
  2. Backlink masih memegang peran penting dalam menentukan posisi SERP.
  3. Backlink JANGAN semuanya dofollow. Campur juga dengan yang Nofollow biar “terkesan” natural.

Google tidak bodoh. Nanti algoritma Google akan bergumam:

Ini artikel koq, baru ditulis, link udah ribuan, semuanya dofollow pula… Mencurigakan, nggak natural banget… Banned aja aaaah 8)

Nah lo! Jangan sampai itu terjadi kawan. Bijaksanalah dalam menanam backlink; Bijaksana dalam mencampur antara dofollow dan nofollow; dan Bijaksanalah dalam berkomentar. PageRank dan SERP hanya “hadiah” bagi mereka yang tekun, rajin dan sabar. SEO bukan sesuatu yang jadi dalam 1 malam. Bangunlah mental Anda; dan kesuksesan akan mengejar Anda. Amin.

Jika memiliki pendapat berbeda atau ada pengalaman yang terkait dengan fenomena backlink, kolom komentar selalu tersedia (dofollow loh 😛 ). Salam sukses untuk Anda dan keluarga 🙂

-Berbagi Tidak Pernah Rugi-