Catatan Perjalanan Jimmy Ahyari

15 Kesalahan Fatal Berujung “Banned” dari Amazon Associates (Affiliate)

www.ahyari.net – Awal November kemarin saya dan keluarga jalan-jalan ke kota yang selalu membuat kangen; Jogja. Singkat cerita, dengan menyempatkan waktu yang ada, di sana saya bertemu (kopdar) dengan rekan-rekan Komunitas Blogger Jogja. Namanya blogger kalau meetup, tentu pembicaraan tidak jauh dari masalah make money online meskipun lebih banyak bercandanya. Hehe..

Kopdar bersama Komunitas Blogger Jogja
ga pake caption :v |
Terimakasih sudah menerima orang pedalaman ini :3

Nah, dari sana, kawan-kawan menanyakan, apakah saya masih main Amazon (afiliasi amazon a.k.a Amazon Associates) sebab, dari yang mereka dengar dan -beberapa- alami, Amazon “gampang banget nge-banned” akun.

You LEARN as MUCH from those who have FAILED as from those who have succeeded
– Michael Johnson

Bagi kebanyakan blogger dan spammer, program afiliasi Amazon memang menjanjikan dalam mendulang dolar. Meski demikian, tidak sedikit yang mengalami “mimpi buruk” dengan di-non-aktif-kannya akun Amazon mereka (BANNED). Sama saja sebenarnya dengan semua jaringan periklanan atau program afiliasi lain yang memiliki ketentuan yang jika dilanggar bisa mengakibatkan ter-suspended-nya suatu akun.

Dari hasil browsing forum-forum internet marketer dan peraturan yang memang sudah tertulis di ketentuan layanan (Terms of Service) milik Amazon Associates, sedikitnya ada 15 poin penting yang bisa saya simpulkan dan bisa berakibat fatal. Padahal, sepertinya hal yang “sepele”. Mengapa 15 ini saya sebut sedikit? Karena ToS Amazon sangaaaaat panjang :v Lantas, apa saja 15 kesalahan fatal tersebut?

1. Mengirim Link Afiliasi Amazon di dalam Email, eBook dan Dokumen

Biasanya, hanya yang benar-benar “awam” yang NEKAD mengirim link afiliasi amazon ke daftar subscriber-nya :3. Selebihnya, karena “tidak sengaja”. Jika Anda memiliki situs yang kontennya dimonetasi dengan afiliasi dari Amazon, sebaiknya perhatikan sistem RSS Feed (misalnya dengan FeedBurner atau sistem default milik plugin WordPress; Jetpack atau jenis Newsletter lainnya) yang dimiliki.

Jika ada yang berlangganan artikel terbaru dari situs Anda melalui RSS Feed, saat ada postingan terbaru, tentu akan terkirim ke email juga, kan? Di sini bahanyanya.

Solusinya, versi yang terkirim ke email subscriber adalah versi sebagian dan pastikan tidak ada link Amazon di awal-awal paragraf agar tidak ikut terkirim.

Bagaimana dengan eBook dan Dokumen (PDF, DOC dan lain-lain)? Sama seperti email, dua media ini tidak diperbolehkan karena yang dipermasalahkan sebenarnya adalah “offline promotion”.

Any printed material, mailing, SMS, MMS, email or other document blablabla..

2. Menyingkat atau Menyembunyikan/Cloaking Link Afiliasi

Amazon sangat perhatian dengan yang namanya misdirecting. Sebab, reputasi Amazon tergantung dari para pemain afiliasi yang mereferensikan mereka ke pengunjung atau calon pembeli. Masih ingat cerita UC Browser yang “ngamuk-ngamuk” karena banyak pemain mereka yang membuat link download dengan nama atau judul yang berbeda dengan landing page-nya?

Kenapa menyingkat URL (link shortening) juga tidak boleh? Karena Amazon ingin agar pengunjung yang melakukan klik TAHU ke mana mereka pergi saat mengklik URL link afiiliasi. Satu-satunya penyingkat URL yang diperbolehkan adalah milik Amazon sendiri, yakni amzn.to.

3. Menggunakan Link Afiliasi untuk dibeli Sendiri

Ini pasti paling banyak yang terpikir. Kan lumayan. Anggap aja diskon. Padahal, dalam ToS-nya sudah disebutkan.

You will not purchase any products through special link for use BY YOU or FOR RESALE or COMMERCIAL USE of any kind.

4. Menggunakan Lebih Dari 1 Akun

Ini cukup sering saya baca. Sama seperti Adsense, Amazon juga tidak mengizinkan seseorang memiliki lebih dari 1 akun. Kalau punya akun lebih dari 1, tapi masih bertanya kenapa kena banned, kayaknya “keterlaluan” deh :v

Namun begitu, pada beberapa kasus, ternyata ada yang memang “diizinkan” memiliki lebih dari 1 akun karena skala bisnis-nya berbeda. Jika merasa 1 akun terlalu banyak dolarnya, hingga takut dicurigai saat kita menerima pembayaran, coba hubungi langsung Amazon-nya untuk minta izin.

Para pemula juga terkadang keliru. Mereka membuat akun banyak agar mempermudah tracking. Padahal untuk tracking bisa menggunakan menu “Tracking ID”.

5. Menggunakan “Review” Pengguna dari Amazon untuk Situs Kita

Seperti kita ketahui, dalam situs Amazon terdapat bagian “User Reviews” yang berisi pendapat dari para pengguna produk yang sudah membeli. Nah, review ini yang digunakan sebagian associates untuk membuat konten. Ini yang tidak diinginkan oleh Amazon. Google juga akan mengenakan penalti konten duplikat. Termasuk menampilkan rating bintang-bintang (yang beberapa plugin WordPress, bisa melakukan grab data ini langsung dari situs Amazon).

You will not display or otherwise use any of our customer reviews or star ratings, in part or in whole.

Jika memang ingin menggunakan review tersebut sebagai dasar membuat konten, tulislah dengan kata-kata kita sendiri. Jangan copy-paste bulat-bulat.

6. Tidak Menyebut bahwa Kita adalah Amazon Associates/Affiliate

SETIAP HALAMAN yang ada link afiliasi Amazon kita, harus ada keterangan atau disclaimer bahwa kita adalah affiliate Amazon dan akan mendapatkan komisi dari link tersebut jika ada yang membeli melalui link milik kita.

Saya meletakkan “disclaimer” ini di sidebar, footer dan pada halaman disclaimer tersendiri di situs-situs afiliasi Amazon saya.

7. Link dari Situs atau Konten yang Mengandung Kekerasan atau XXX

Ini sepertinya sudah jelas. Saya tidak berani menyebut secara gamblang XXX tersebut. You know lah :v

An unsuitable site include those that: promote or contain sexually explicit materials.

8. iFrame Sessions, Bermain-main dengan Cookie.

Amazon secara default akan menyimpan “cookie” dari pengunjung yang melakukan klik di link afiliasi milik kita. Namun, beberapa praktek “ilegal” pernah saya baca dan mungkin masih ada yang melakukan hingga hari ini. Yakni, meletakan semacam script sehingga, setiap orang membuka situs apapun miliknya, otomatis akan tercatat sebagai kunjungan ke Amazon melalui link afiliasinya. Contoh nyata yang membuat heboh dunia afiliasi beberapa tahun silam adalah ditangkapnya Shawn Hogan (Founder Digital Point Solution) oleh FBI. Silakan googling untuk tahu cerita lengkapnya :3

9. Paid Search

Punya dana berlebih untuk promosi link afiliasi? Kemudian memasang paid search? JANGAN!

Prohibited Paid Search Placement means an advertisement that you purchased through bidding on keywords etc.

Dari yang saya baca, paid search ini tetap rawan bahkan jika yang kita iklankan adalah landing page situs kita. So, tetap hati-hati. Saya pribadi tidak pernah menggunakan “paid”. Organik aja biar “free” :v

10. Melanggar Trademark Amazon

Ingat, Amazon memiliki banyaaaaaak trademark. Untuk mencontohkannya, silakan lihat perbedaan berikut:

situsanda.com/kindle-review.htmlBOLEH

kindlereview.comJANGAN

Termasuk penggunaan logo amazon yang tidak pada tempatnya atau menyerupai bentuknya.

11. Menampilkan Harga Produk

Wah, ini nih yang paling banyak terjadi. Mengapa ini bisa fatal? Karena Amazon merubah harga produk secara berkala. Apa jadinya jika Anda menulis harga $100 di situs Anda pada bulan Oktober, ternyata bulan November di situs Amazon berubah menjadi $107?

if you choose to display price on your site, you must dispay both the lowest new price and the lowest used price. You may not otherwise include price information on your site.

Saya memilih kalimat terakhir; tidak menampilkan harga sama sekali pada produk yang saya promosikan di situs atau blog.

12. Hindari Promosi di Media Sosial

Apakah tidak boleh? Boleh jika Anda tahu aturannya. Jika tetap ingin share link afiliasi, sebaiknya melalui fitur Amazon Affiliates Stripe. Selebihnya, bagi saya abu-abu. Sebaiknya tidak usah; terkecuali link landing page situs Anda.

13. Konten Duplikat

Jika nomor 5 di atas hanya mengambil review atau rating dari user di situs Amazon, nomor 13 ini lebih luas lagi. Semua konten yang kita buat untuk mempromosikan situs Amazon sebaiknya bukan hasil copy-paste dari situs lain. Makanya, konon saat ini daftar akun amazon associates juga dilakukan review terhadap situs yang didaftarkan. Berbeda zaman saat saya daftar 2008-2009 silam :v

14. Menawarkan Bonus Jika Beli dari Link Kita

Kalau para pemain ClickBank atau JVzoo, kayaknya ini “teknik” utama. Misalnya: “jika ada yang beli link melalui afiliasi ane, akan dapat bonus blablablablabla atau cashback sekian sekian”. Nah, di Amazon ini tidak diperbolehkan.

15. Tidak ada Konversi dalam 90 Hari (atau 1 bulan?)

Informasi ini saya dapat sewaktu kopdar di Jogja. Saat itu mas Moh Mufid Muwaffaq mengatakan “katanya, jika tidak ada penjualan selama 1 bulan, maka akun akan dinonaktifkan”.

Dari beberapa grup luar negeri yang saya ikuti, ternyata memang ada yang begini, tapi sepertinya tergantung negaranya. Salah satu screenshot email yang saya lihat (tidak berani menampilkan) mengatakan:

Associate accounts that have not referred a sale to Amazon.com within 90 days of sign-up will be automatically rejected.

Akan tetapi, kabar baik dari nomor 15 ini, Anda tetap bisa mengajukan ulang untuk menjadi Amazon Associates.


Fiuh, udah lebih 1300 kata ternyata :v . Aslinya, ToS Amazon ini lebiiiiiih banyaaaaak. Silakan baca sendiri di https://affiliate-program.amazon.com/gp/associates/agreement/ :3

Saya hanya menyampaikan yang sering dan “umum” terjadi.
Kira-kira, nomor berapa yang masih Anda lakukan? Yuk dibenahi.
Apakah Anda punya pengalaman lain? Mari berbagi!