Catatan Perjalanan Jimmy Ahyari

Search Engine Marketing di Dunia Industri Farmasi

Yang namanya Search Engine Marketing (SEM), tidak hanya diperuntukan untuk perusahaan yang bergerak di bidang jasa online aja loh. Menurut pendapat saya sebagai seorang Apoteker yang baru lulus dan pengamat serta penyuka dunia Internet Marketing, Dunia Industri Farmasi Indonesia pun mutlak harus menerapkan ini. Berdasarkan riset singkat, Amerika (US) merupakan negara yang paling besar memanfaatkan SEM ini; terutama Kanada (Canada).

Sebelum membahas lebih jauh, apa sih Search Engine Marketing itu? Yah, secara garis besar, SEM adalah suatu upaya dari orang perorangan atau badan usaha tertentu yang mempromosikan produknya di internet dengan pengelolaan yang sesuai kaidah (guideline) yang ditetapkan perusahaan raksasa search engine (Google, Yahoo dan BING) untuk mencapai hasil serta profit yang lebih baik.

Singkatnya Search Engine Marketing adalah tindakan agar produk lebih dikenal luas dan mampu meningkatkan permintaan. Jika permintaan meningkat, maka penjualan juga meningkat. Penjualan meningkat = UNTUNG.

Lebih jauh, SEM merupakan turunan dari SEO (Search Engine Optimization). Sebuah perusahaan dituntut untuk mengoptimasi hasil pencarian agar produk mereka dikenal. Proses mengenalkan produk melalui search engine inilah yang disebut SEM.

Ok. Kembali ke Search Engine Marketing di Dunia Industri Farmasi Indonesia. Saya mencoba mencari data di Google Insights dengan kata kunci Industri Farmasi dan Obat. Hasilnya cukup mengecewakan untuk kata kunci Industri Farmasi. Sehingga, tulisan kali ini saya fokuskan ke Obat. Toh obat juga salah satu produk dari Industri Farmasi πŸ˜‰

Diteliti lebih jauh, ternyata, dari kata kunci “obat”, yang paling banyak di cari di Indonesia adalah Obat Tradisional. Sedangkan untuk kata kunci yang mengalami peningkatan adalah Obat Kuat Herbal. Saya menggunakan data dalam rentang waktu dari Februari 2010 hingga Februari 2011. Perhatikan screenshot berikut:

Data Pencarian Obat di Google Insights
Data Pencarian Obat di Google Insights

See? Wilayah yang paling banyak mencari data ini adalah wilayah Jogja. Mungkin karena perguruan tinggi farmasi lebih banyak di daerah ini. Namun, bukan ini yang menjadi pembahasan saya. Saya ingin membahas tentang Marketing Farmasi KE DEPANNYA.

Seperti diketahui bersama, teknologi internet kian meroket bak jamur di musim semi, cepat atau lambat, hampir semua kegiatan di dunia nyata termasuk sarana promosi jadul perusahaan industri farmasi -dalam memperkenalkan produknya- juga akan beralih ke internet.

Lantas, saya mencoba lagi hasil pencarian di Google Indonesia. Niat hati ingin mengetik kata obat. Tapi, baru saja mengetik huruf Ob, Google sudah menyarankan kata dan kalimat selanjutnya. Perhatikan:

Sugesti Google dalam Pencarian Obat
Sugesti Google dalam Pencarian Obat

Ternyata, Google memberikan sugesti berupa Obat Asam Urat, Obat Jerawat dan Obat Sakit Gigi untuk 3 urutan teratas. Ini bisa terjadi karena kata/kalimat itulah yang paling sering orang cari. Kemudian, saya turuti apa mau Google dengan memilih Obat Asam Urat. Hasilnya? Di halaman pertama (10 hasil pencarian teratas), TIDAK ada satupun website perusahaan industri farmasi Indonesia yang bertengger. Hei! Yang benar saja. Tujuan Industri Farmasi kan membuat dan memperkenalkan produk (obat)nya, mengapa saat orang mencari tidak bisa ditemukan?

Di sinilah poin yang harus dilihat bagian R&D suatu perusahaan farmasi. Ini PELUANG bung! Bayangkan! Jika perusahaan Anda “berjualan” obat jerawat, daripada beriklan di televisi (yang saya yakin akan merogoh kocek sangaaaat dalam), mending Anda memanfaatkan bagian IT perusahaan Anda. Ini abad 21 bung! Perbandingan orang menonton televisi atau membaca koran dengan online di depan komputer, laptop atau handphone; sudah sangat jauh.

Sekali lagi. Bayangkan saat orang mencari Obat Jerawat di Google, dan perusahaan industri farmasi anda berada di halaman pertama (lebih baik lagi no.1) dengan meta deskripsi yang baik, orang akan mengklik dan melihat produk Anda. Jika bahasa “menjual” Anda bagus, bukan tidak mungkin orang tadi -yang berstatus sebagai pengunjung- akan membeli (status berubah menjadi pembeli). Jika produk Anda benar-benar bagus, pembeli tadi akan menjadi pelanggan. Jika telah memiliki pelanggan, perusahaan Anda telah memiliki “iklan” berjalan yang loyal terhadap produk Anda (saya pikir, para senior di Industri Farmasi mengerti betul dengan yang saya tulis tentang iklan “berjalan” πŸ˜‰ ).

Akan tetapi, tampaknya sebagian besar perusahaan Industri Farmasi di Indonesia masih “menutup mata” akan peluang ini. Inilah kesempatan Anda! Jadilah pioner di dunia Search Engine Marketing di Dunia Industri Farmasi.

Tentu saja, jika langkah ini yang diambil, peraturan dari MENKES, BPOM dan instansi berwenang harus dipatuhi. Jangan menjual produk yang mensyaratkan harus ada resep dokter. Banyak loh, produk obat bebas yang mengalahkan obat keras/obat dengan resep dokter. Bahkan produk minuman suplemen saja bisa meroket penjualannya (dilarang sebut merek, bayar kalau mau disebut produknya πŸ˜› ).

Jadi, tidak ada salahnya Anda mencoba jalur “berbeda” dalam berpromosi. Jika kesulitan dalam mengembangkannya, saya juga siap membantu banyak tenaga IT di sini luar sana yang bisa membantu Anda πŸ˜‰

Mari menjadi pioner Search Engine Marketing di Dunia Industri Farmasi Indonesia!