Panduan Cara Setting SEO di Blog WordPress

www.Ahyari.net – Salah satu hal yang paling penting dalam membangun blog adalah perihal tentang bagaimana melakukan optimasi pada mesin pencari (SEOSearch Engine Optimization). Untuk mempermudah, selanjutnya akan disebut SEO saja. Meski pada dasarnya SEO itu bersifat universal atau berlaku sama untuk seluruh website atau situs, akan tetapi terdapat perbedaan secara teknis pada prakteknya. Pengaturan SEO untuk blog bermesin WordPress (self hosted) dengan setting SEO pada website statis lain akan sangat berbeda; terutama pada sistemnya. SEO yang benar bukan masalah membeli link atau trik “mengecoh” mesin pencari. SEO untuk WordPress lebih fokus kepada pengaturan teknis dan kemampuan serta kreatifitas untuk menulis agar orang lain ingin terus-menerus membaca tulisan Anda kemudian memberikan tautan (backlink) secara sukarela.

Panduan SEO untuk WordPress ini -jika boleh disebut panduan- bisa menjadi referensi dari pemula -saya- ke para pemula lain yang ingin belajar mengoptimasi blog WordPress. Yang sudah berstatus Master SEO bisa skip tulisan ini 😆

Sebagai gambaran, dalam panduan cara setting SEO WordPress kali ini akan dijabarkan beberapa tips -yang sejauh ini- yang telah membuat saya berani untuk resign dari pekerjaan di dunia nyata. “Teknik” ini tidak memerlukan “ilmu” yang berat; hanya perlu sedikit waktu untuk menerapkannya 😀 Sehingga, tidak perlu berasumsi bahwa panduan ini adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan pada blog WordPress milik Anda 😉

Mengapa kita begitu peduli dengan si SEO ini? Jawabannya mudah: Traffic. Jika Anda ingin blog Anda ramai dengan pengunjung yang mencari sesuatu melalui mesin pencari, SEO tidak bisa ditinggalkan. “Sedikit” mengerti tentang SEO bisa memberi dampak yang sangat berbeda pada jumlah kunjungan (unique visitors/UVs) yang semula “hanya” 1.000 UVs/hari menjadi 100.000 UVs/hari. Mempelajari “sedikit” SEO mampu membuat saya mendapatkan traffik organik (dari mesin pencari) TANPA BIAYA sedikit pun. Anda tidak perlu beriklan 😳

Panduan SEO untuk WordPress

Mudah-mudahan, beberapa poin berikut ini bisa membawa Anda ke “level” yang berbeda dalam hal ngeblog. Here we go:

On Page SEO

Saya belum menemukan terjemahan yang lebih baik dalam bahasa Indonesia. Jadi, kita akan menggunakan istilah ini saja. On Page SEO merupakan aspek teknis yang segala sesuatunya hanya dikerjakan di blog Anda saja. Semacam “modifikasi” yang dilakukan hanya di blog Anda saja. Aspek On Page SEO ini mencakup struktur Permalink (Permanent Link), Judul (Page Title), Web Semantics dan banyak lagi.

Sebelum Anda memulai untuk mempromosikan blog Anda, Anda perlu memahami aspek-aspek tersebut agar bisa mencapai potensi maksimum dari blog terhadap posisi peringkat di mesin pencari (Search Engine Ranking PositionsSERPs).

Optimasi Judul Tulisan (Post Titles)

Secara default, WordPress umumnya memiliki format seperti:

Nama Blog >> Arsip >> Judul dari Tulisan

Yang secara mengejutkan, ternyata hal tersebut bertentangan dengan aspek On Page SEO. Satu hal yang harus dimengerti bahwa mesin pencari memilih situs yang memiliki kata kunci yang berada di awal title. Jadi, secara teoritis, dengan menggunakan contoh format di atas, secara tidak langsung Anda telah mengurangi kesempatan untuk mendapatkan peringkat yang lebih baik di mesin pencari.

Untungnya, karena WordPress bukan sebuah situs statis, format di atas bisa kita atasi dengan plugins keren seperti All in One SEO (AIOS). Yup, hampir seluruh blog saya menggunakan plugin AIOS ini. Mengapa tidak menggunakan plugin Yoast SEO? Ini tidak perlu dijawab, nanti menjadi perdebatan macam pemilihan presiden atau gubernur 😆

Jika belum ada, install saja melalui menu add plugins di dashboard WordPress. Jika sudah aktif, ikuti pengaturan atau Setting All in One SEO berikut ini:

Title Settings All in One SEO Ahyari Network
Title Settings

Dengan setting seperti di atas, judul (title) yang nanti muncul di mesin pencari Google akan lebih baik. Perhatikan contoh hasil pencarian di Google berikut ini:

Contoh SERPs di Google
Contoh SERPs di Google

Anda juga bisa memakai langsung %post_title% pada Post Title Format tanpa ada embel-embel nama blog di belakangnya. Saya menggunakan nama blog karena ingin meningkatkan branding saja (ga tahu juga berhasil meningkat atau kagak 😆 )

Optimasi Deskripsi (Post Description)

Post Description ini cukup sering diabaikan, akan tetapi, deskripsi pada post ini bisa memainkan peran yang krusial dalam posisi peringkat di mesin pencari. Seperti ini tampilan Post Description untuk plugin AIOS:

Post Description All in One SEO
Post Description All in One SEO

Permanent Links (Permalinks)

Saat sebuah blog memiliki struktur SEO yang baik, -sekali lagi- kesempatan blog tersebut untuk memiliki posisi lebih tinggi di hasil pencarian Google akan lebih terbuka. Selama kurang lebih 8 tahun ini mengamati (sok jadi pengamat 😛 ), Google tampaknya memberikan “perhatian” yang lebih ekstra pada struktur URL sebuah website atau blog. Seperti apa struktur yang bagus?

Secara default, WordPress memiliki struktur URL yang bergaya agak ke-robot-robotan dan jauh dari istilah SEO Friendly.

http://www.ahyari.net/?p=5579

Padahal, jika pengaturan Permalinks dirubah, URL di atas bisa menjadi lebih baik di mata mesin pencari, seperti:

http://www.ahyari.net/tips-memilih-nama-domain-yang-baik-dan-bagus-untuk-blog-anda/

Cara merubahnya, masuk ke Dashboard WordPress Anda, lalu ke Setting > Permalinks seperti gambar berikut:

Permalink Settings WordPress
Pengaturan Permalinks pada WordPress

Beberapa juga ada yang menggunakan variasi seperti:

/%post_id%/%postname%/

Umumnya digunakan situs-situs berita karena Google News mensyaratkan ada 3 angka unik di dalam sebuah URL. Ada juga yang:

/%category%/%postname%/

karena ingin memberitahukan “spesialisasi” dari sebuah URL. Yang mana saja oke selama di URL bisa mengandung kata kunci yang diinginkan. Hindari URL yang hanya memunculkan angka saja.

Nah, contoh di atas adalah opsi yang saya coba sarankan sebagai parameter dalam membuat struktur URL yang SEO Friendly.

Kebanyakan, setelah membaca bagian permalinks ini, ada yang langsung melihat URL blog mereka dan ingin menyesuaikannya kemudian bertanya-tanya: “Apa yang terjadi dengan URL sebelumnya yang sudah terindeks oleh Google?” atau “Apa yang terjadi pada backlink (jika ada) di URL sebelumnya?”

Jika itu yang terlintas di pikiran Anda, solusi sederhana adalah dengan menggunakan plugin redirect 301 sehingga ketika ada yang mengakses URL lama, tetap akan dibawa ke URL baru. Dengan begini, Anda tidak akan kehilangan traffic dan juga backlink. Namun saran saya, jika belum terlalu mengerti dengan isitilah redirect page, sebaiknya setting di atas digunakan untuk blog baru saja 😀

HTML Semanctics Markups

Ini teknik yang sedari dulu sudah banyak disarankan. Namun pada prakteknya, ternyata masih banyak yang bingung dan kurang mengerti. Padahal, Google merekomendasikan HTML Semantics ini. Semantics artinya sebuah website dikatakan baik jika terorganisir dengan bagus dan memudahkan pengguna ketika membacanya. Coba perhatikan screenshot “Contoh SERPs di Google” di atas. Ada kalimat “Loncat ke blablabla”. Itu menggunakan tag <h2> di dalam postingan yang jika lebih dari 3 buah akan membentuk daftar isi (lihat di bagian atas tulisan ini, ada kolom warna biru bertuliskan “daftar isi”). Jika ada kata kunci yang sesuai, maka akan muncul kalimat “loncat ke..” atau “Jump to..” di hasil pencarian.

Ketika kita menggunakan semantic markups ini seperti contoh heading tags di atas, kita sudah memberitahu bot Google bahwa ada bagian “penting” yang relevan dengan judul tulisan (yang umumnya menggunakan tag <h1>). Celakanya, kebanyakan theme yang beredar, meski tampak indah oleh mata manusia, namun tidak “indah” di mata Google. Cara mengetahuinya mudah saja. Periksa judul widget di sidebar, menggunakan tag apakah theme tersebut? Jika menggunakan tag <h2> atau <h3>, dapat dipastikan theme tersebut “jelek”.

semantic html
Gambar dari @jonoalderson

Yang lebih parah, yang namanya tag <h1> dalam satu halaman website atau blog hanya diperbolehkan SATU saja. Seringkali saya menemukan theme yang menggunakan tag <h1> pada homepage (halaman awal/root domain blog) sebagai judul blog. Namun, ketika masuk ke tulisan (posting), judul posting menggunakan tag <h2> sedangkan judul blog masih <h1>. Ini akan “membingungkan” bot mesin pencari.

Idealnya, ketika di homepage, judul blog menggunakan <h1>. Namun, ketika pindah ke single post (tulisan/posting), judul blog sebaiknya berubah ke tag <p> (paragraf> saja dan berganti judul tulisan yang menjadi <h1> agar bot Google menganggap judul tulisan pada single post tersebutlah yang utama dalam sebuah tulisan. Ada banyaaaak contoh lain yang bisa dicari sendiri dengan kata kunci HTML Semantics Markups.

Internal Linking

Salah satu cara lain agar blog WordPress lebih “bersahabat” dengan bot Google adalah dengan melakukan Internal Linking (Interlinking). Rada susah mencari arti dalam bahasa Indonesia, namun yang pasti maksudnya adalah memberikan tautan/backlink ke halaman yang berkaitan dengan halaman lain yang masih berada dalam satu domain atau blog (internal = ke dalam; ke blog sendiri; bukan ke luar domain blog sendiri).

Pernah mendengar istilah Breadcrumb? Jika belum, bisa dibaca di Navigasi Breadcrumb. Navigasi jenis ini juga termasuk interlinking. Saya memberikan link ke tulisan Breadcrumb tersebut juga termasuk interlinking.

Pernah melihat Related Post? Related post atau “Tulisan Terkait” juga salah dua bentuk dari interlinking. Related Post bisa menggunakan plugin atau menambahkan sendiri ke halaman function.php kemudian di single.php (tergantung theme yang digunakan).

Optimasi Link Keluar

Ini yang “diributkan” Google beberapa waktu lalu terkait dengan “tulisan berbayar” atau sponsored post atau apapun itu namanya. Seperti yang disarankan Google, link yang bersifat keluar (external links) seharusnya ditambahkan tag rel=”nofollow”. Ingat, semakin banyak link keluar, semakin “melemah” suatu blog. Secara kasar, jika Anda memberikan backlink dari halaman A ke halaman B, backlink yang diraih halaman A akan “terbagi” ke halaman B. Jika satu link keluar, artinya backlink yang didapat akan terbagi 2 (halaman A dan B). Jika link ketiga, berarti terbagi 3 dan seterusnya.

Link Relationship XFN WordPress

Bagaimana dengan social media yang dimiliki? Apakah harus menggunakan nofollow juga? Tidak mesti -meskipun saya tetap menggunakan nofollow-, karena dalam Link Relationship (XFN), identifikasi tag REL ini ada bermacam-macam. Jika untuk profil diri di media sosial bisa menggunakan rel=”me”. Selengkapnya tentang XFN.

Hindari Duplikat Konten

Karena sedang membicarakan SEO On Page, sehingga duplikat konten di bagian ini terkait dengan hal-hal yang ternyata bisa menjadikan duplicate di WordPress. Jika konten adalah hasil copy-paste, ini mudah menyebutnya sebagai duplikat konten (tentunya ini WAJIB dihindari; JANGAN COPAS!). Tapi, bagaimana jika yang menjadi duplikat adalah akibat dari URL dan Judul/Title atau deskripsi? Ini yang berbahaya karena tidak terdeteksi CopyScape hehehe..

Contoh sederhana, dalam sebuah tulisan di blog bermesin WordPress kemudian ada trackback di sana, ini sudah menjadi duplikat. Ada 2 url berbeda, tapi kontennya sama. Atau, jika ada halaman Category yang menampilkan sejumlah post dengan tulisan lengkap (full post), ini juga akan terjadi duplicate!

Untuk menghindarinya bisa menggunakan file robots.txt dengan menambahkan beberapa pengaturan sebagai berikut:


User-agent: Googlebot
Disallow: /trackback/
Disallow: */trackback/
Disallow: /archives/
Disallow: /*?
Disallow: /wp-admin/
Disallow: /wp-content/

Pelajari lebih lanjut tentang Robots.txt.

Kode di atas tentu tidak baku. Bisa Anda sesuaikan dengan keperluan jika Anda mengerti. Duplikat di blog milik sendiri ini jika diabaikan akan mempengaruhi optimasi on page di blog WordPress. Jika Anda memiliki tulisan A yang bertengger di puncak SERP, tidak ada alasan bagi Anda untuk membuat konten tersebut menjadi berstatus “duplicate content”, kan? Apa jadinya jika tulisan A yang beralamat di bloganda.tld/tulisan-a/ juga tampil pada halaman arsip bloganda.tld/archives/2016 ? Ini bentuk duplikat! *ngomong pake TOA* 😀

Saya sendiri men-disallow halaman tags, category, archives bahkan halaman pagination (ituh, yang ada nomor-nomor di halaman). Saya juga melakukan disallow /*? agar hasil pencarian tidak terindeks oleh Google. Akan menjadi gawat kalau kata pencarian yang terindeks adalah kata-kata yang dilarang oleh Google (P*rn, G*mbl*ng etc).

Peta Situs (Sitemap)

Saya menganggap bahwa membangun sebuah blog sama saja dengan membangun sebuah perusahaan (ga usah protes! 😆 ); Harus jelas strukturnya. Maka dari itu, perlu yang dinamakan peta situs alias Sitemap. Beruntung plugin All in One SEO in sudah memiliki fitur sitemap tersendiri. Jika ingin menggunakan plugin lain seperti Google XML Sitemaps juga oke 😉

Desain yang SEO Friendly

Eh, bukannya sudah dibahas di bagian Semantics Markups? Bukan, sob! Desain di sini adalah sisi yang berbeda. Sederhananya, pastikan code untuk menampilkan bagian konten sebuah blog berada di atas code untuk menampilkan sidebar. Jangan terbalik! Meski hasilnya bisa sama, namun di mata bot Google yang pertama dilihat adalah link-link yang ada di sidebar. Maka dari itu yang pertama dilihat Google setidaknya adalah konten.

Kecepatan Loading

Kecepatan sebuah blog memainkan peran yang sangat penting. Hal ini terkait dengan rata-rata indeks harian oleh Google. Bahasa kerennya adalah Daily Indexing Rate. Semakin cepat suatu halaman terbuka, semakin banyak halaman yang terindeks setiap harinya (tentu diimbangi dengan konten yang tidak asal-asalan).

PageSpeed Insights
PageSpeed Insights

Ada banyak cara mempercepat loading blog WordPress, mulai dari pemilihan server/hosting yang baik, kemudian menggunakan theme yang ringan, sampai ke penggunaan plugin cache seperti WP-Super Cache atau W3TC. Kalau sempat, nanti akan dibahas tersendiri cara saya meningkatkan kecepatan dan performa blog WordPress.

Optimasi Gambar (Image Optimization)

Apakah ada blog yang tidak memiliki gambar di dalamnya? Hm, aku rasa tidak, wow wow wow (hehe, kebanyakan nonton Cocokologi Ini TalkShow di Net TV :mrgreen: ). Selain memperindah tampilan sebuah tulisan, gambar juga memberikan “energi” agar tulisan tersebut tidak terlalu monoton. Dan ternyata, gambar ini juga harus dioptimasi, loh. Karena, Google memiliki Google Images yang ternyata traffic dari sini cukup lumayan (silakan tanya kepada para pemain blog dengan basis Wallpaper 😀 ).

Optimasi Gambar ALT WordPress

Mudah saja, setiap ada gambar, pastikan untuk meletakkan tag alt=”kata kunci yang relevan”. Bot Google tidak/belum bisa membaca gambar. Dengan bantuan tag alt tersebut, bot bisa membacanya.

Optimasi Pengunjung (User Optimization)

Apa lagi ini? Ini semacam “perlakukan” kepada para pengunjung blog kita, yang hasilnya diharapkan bisa memberikan keuntungan di mesin pencari. Misalnya? Membuat konten yang bermanfaat sehingga konten kita mendapat backlink dari blogger atau pemilik situs yang kebetulan membaca. Mereka dengan suka rela memberikan backlink karena tulisan kita memang bisa jadi referensi. Ini baru blogger! 😳 Atau yang terpaksa suka rela memberikan vote G+ karena ingin komentarnya dofollow di blog butut ini 😆

Salah Satu Bentuk User Optimization
Salah Satu Bentuk User Optimization

Jadi poin ini semacam bentuk penghargaan dari pengunjung ke blog kita. Namanya penghargaan, kadang dapat, kadang tidak. Makanya ini ada di urutan terakhir bagian SEO On Page 🙂

Off Page SEO

Akhirnya, setelah 2000 kata lebih, kita sampai ke bagian Off Page SEO ini wkwkwkwk :mrgreen:

Kebanyakan orang mengartikan Off Page SEO ini sebagai aktivitas memperbanyak backlink. Tidak sepenuhnya keliru sebenarnya. Akan tetapi, esensi utama dari off page SEO ini sebenarnya adalah tentang branding dan meningkatkan kemungkinan untuk mendapat backlink secara natural. Ini bukan masalah “menanam backlink” karena backlink bisa dibeli. Ada korelasi positif antara popularitas suatu blog dengan kesempatan mendapatkan backlink. Masalahnya, saat memulai blog, mana mungkin blog kita memiliki popularitas? (popularitas di sini bukan seperti artis yang terkenal, tapi cukup populer di dunia maya sehingga blog populer selalu menjadi rujukan. Blog saya? masih jauh kayaknya 😆 ).

Berangkat dari situ, teknik berikut ini adalah untuk membantu “menyebarkan” blog kita di dunia maya (saya tidak berani menyarankan cara mencari backlink karena 3 tahun ini saya menggunakan Private Blog Network (PBN) milik sendiri; ups, keceplosan).

Interaksi Media Sosial

Interaksi di social media selalu menjadi bagian yang penting dalam kegiatan ngeblog. Salah satu alasan mengapa SEO untuk blog begitu berbeda adalah karena blog yang bersifat “sosial”. Pada dasarnya, pada tahap ini kita akan “keluar” dan berbincang-bincang dengan orang-orang. So, aktiflah di media sosial seperti facebook, twitter, google plus atau apapun yang Anda suka.

Terdengar mudah, tapi kenyataannya tidak. Bedakan antara interaksi dan promosi. Interaksi lebih melibatkan personal entah via pesan private, reply di twitter/facebook atau hanya sekedar retweet/share. Ada banyak tools yang bisa mempublikasi tulisan di blog secara otomatis ke halaman sosial media kita. Namun, saya lebih menyukai cara “manual” karena bisa menambahkan kata-kata sendiri yang berbeda dari masing-masing posting.

Jadi, interaksi lebih kepada berdiskusi atau menjawab pernyataan dan atau pertanyaan yang muncul. Dengan hal ini, the power of mouth advertising bisa tercapai.

Membangun Jaringan

Membangun jaringan alias networking akan terasa powerful jika sesuai dengan topik blog. Cara ini juga akan membuat pengunjung tertarget menjadi lebih mantab. Misalnya Anda memiliki blog berisi resep masakan, bertemanlah dengan ibu-ibu yang aktif di sosial media. Atau bisa juga mencari blog setopik kemudian saling memberi komentar dengan isi yang bermaksud untuk berdiskusi. Hubungi pemilik blog, tanya apakah bisa bekerjasama seperti saling tukar promo blog atau produk masing-masing.

“Memancing” Link

Lirik lagu Hidup Berawal Dari Mimpi Bondan Feat Fade2Black
Sepenggal Lirik lagu Hidup Berawal Dari Mimpi Bondan Feat Fade2Black

Di daerah saya, teknik “memancing” ini disebut Linkbaiting 😆 Intinya, bagaimana caranya seseorang memberikan link balik ke tulisan kita. And you know what? Topik yang paling sering mendapat link balik adalah topik yang membahas tentang kontroversi. Saya pribadi kurang menyukai hal seperti ini. Saya tidak ingin membangun “popularitas” dari sebuah kontroversi. Cara lainnya adalah dengan mengadakan kontes atau giveaway. Dulu sekali sekitar tahun 2009-2010 saya pernah memberikan 23 domain gratis di ulang tahun saya yang ke 23. Ini termasuk “memancing link” tanpa harus menulis hal yang kontroversial.

Link Berbayar?

Nah, ini nih metode yang paling sering ditemukan dalam Off Page SEO. Saya sendiri tidak terlalu menyarankan karena beresiko terkena penalti Google. Masih ingat dulu sekitar tahun 2012-2013 Google membabat habis blog network yang terenduh “memainkan” sistem backlink dengan menjualnya? Hanya masalah waktu saja yang lain tidak “terendus”. Namun demikian, saya tidak sepenuhnya menolak. Selama Anda bisa “membaca” penawaran dan melihat backlink yang ditawarkan serta Anda memiliki duitnya, so do it at your own risk.

Contoh PageRanks Wikipedia
Contoh PageRanks Wikipedia

Sebenarnya ada lagi cara lain seperti memberikan komentar pada situs-situs menganut paham dofollow. Hanya saja, saya mencoba memberi informasi yang bisa digunakan untuk membangun blog yang long term. Blog ini aset, kawan. Yang namanya aset harus dijaga.

Akhir kata, saya harap panduan SEO untuk WordPress ini bisa bermanfaat bagi Anda. Jika Anda menjalankan poin-poin di atas dengan benar, mudah-mudahan posisi di mesin pencari dan rezeki Anda juga meningkat. Pengalaman saya menerapkan hal di atas, setidaknya perlu waktu 8 bulan agar traffic organic benar-benar stabil. Hal tersebut di luar pemilihan kata kunci, loh ya.

Jika ada kata atau kalimat yang keliru, mohon bantuan untuk diingatkan dikoreksi. Ingat, tidak ada mastah atau nubie di antara kita. Saya dan Anda adalah orang yang sama-sama ingin terus belajar 😉

12 komentar pada “Panduan Cara Setting SEO di Blog WordPress


  1. Bagian Optimasi Pengunjung (User Optimization), mantep juga mas kalo ada plugin gitu, jadi orang semangat untuk share.. hehehe
    Oya bagian terakhir di perjelas dong mas, yang bulet warna warni. Trims

    Reply
  2. konten yang bagus bang, mau ulun praktikan nah bang, handak belajar bangun blog yang kaya pian nih. print dulu nah biar nyaman dibaca. hehehe

    Reply

Post Comment

CommentLuv badge