Catatan Perjalanan Jimmy Ahyari

Basic Setting WordPress

Apa sih Setting WordPress? Setting WordPress merupakan suatu sub halaman yang terdapat dalam admin panel atau yang lazimnya disebut DashBoard.

Fungsinya? Fungsinya untuk mengatur bagaimana WordPress kita berjalan sesuai dengan kehendak kita si empunya blog. Banyak hal yang bisa dilakukan pada menu Setting ini, mulai dari yang umum (nama blog, deskripsi blog) sampai pengelolaan link URL yang akan tampil (Permalink).

Untuk memasuki menu Setting, tentu Anda harus login dulu di http://domainanda.com/wp-admin. Setelah berhasil masuk ke dalam Dashboard, klik aja tanda panah yang ada di samping menu Settings, nanti akan terbuka ke arah bawah sub menu dari menu settings tersebut.

Pada WordPress versi 2.7.x, secara default terdapat 8 sub menu Settings. Sub menu tersebut bisa bertambah jika Anda memasang plugin (yang tentunya memiliki settings juga).

Pada keadaan “standar pabrik”, sub menu tersebut berupa:

1. General

Memuat pengaturan secara umum seperti judul blog, deskripsi, penanggalan, email, administrasi, dll.

Anda dapat mengatur judul blog, deskripsi (tagline) dll. Anda bebas menentukan judul dan deskripsi. Namun, harap memilih judul sesuai dengan tema yang ingin Anda tulis atau setidaknya tagline/deskripsi yang ringkas tapi padat. Kalau blog ini judul blognya “Ahyari Network” sedangkan deskripsinya “Belajar Blog…..dst”

Ingat! Jika terlalu sering menggonta-ganti title/judul blog, dapat membuat reputasi buruk di mata search engine.

Fitur lain dapat dicoba sendiri 😉

2. Writing

Memuat pengaturan tentang hal yang “berbau” posting/penulisan artikel.

Pada sub menu Writing, Anda dapat mengatur default text editor WordPress anda (secara default, editor text menggunakan 10 baris), mengatur kategori default untuk artikel dan blogroll.

Perhatikan pada opsi kotak isian Ping Service. Sudah diperhatikan? Ping Service adalah sebuah layanan untuk melakukan pengiriman informasi ke pihak lain dalam hal ini situs-situs social dan search engine (google, yahoo dsb). Pada blog, ping berfungsi untuk memberitahu bahwa blog kita telah diperbaharui (update) baik posting/tulisan terbaru atau hasil edit-an tulisan terdahulu.

Inilah salah satu kehebatan WordPress dibanding WebSite “biasa”. Ini juga yang selalu membuat blog berada pada posisi teratas dibanding website lain.

Nama layanan dari WordPress ini adalah Ping-O-Matic (masih satu perusahaan dengan WordPress). Si Ping-O-Matic inilah yang melakukan ping ke berbagai search engine agar tulisan Anda dapat terindeks dengan cepat pada mesin pencari.

3. Reading

Reading menitikberatkan pada “bagaimana” struktur artikel yang kita publish tersaji bagi para pembaca setia Blog Anda. Dengan kata lain, kita dapat mengatur bagaimana artikel-artikel yang telah di publish “tersajikan” dalam blog kita. Contohnya, kita menginginkan yang muncul di halaman depan (home) adalah artikel terakhir (latest post) atau sebuah halaman statis (Page).

Jika Anda memilih Page/halaman statis, maka anda harus memilih Page/halaman mana yang akan dijadikan sebagai halaman depan. Cara ini dapat Anda gunakan jika Anda menginginkan suatu halaman depan (home) yang selalu sama. Biasanya blog yang menempatkan Page/Halaman Statis pada home-nya ingin menampilkan informasi penting tentang blog, produk ataupun jasa yang ingin mereka tawarkan.

Namun, Saya sendiri lebih memilih menampilkan artikel-artikel terbaru (latest post) di halaman depan (home) agar visitor/pembaca setia (emang ada pembaca setia blog Saya? 😛 ) bisa dengan segera mengetahui informasi terbaru dan baru saja terjadi 😉 . Oh iya, dalam sub menu Reading, Anda juga dapat mengatur berapa jumlah artikel terbaru yang ingin Anda tampilkan di halaman depan (tentu opsi ini bisa berjalan jika Anda tidak menerapkan pilihan pada halaman statis).

4. Discussion

Blog menjadi menarik karena terdapat fitur komentar. Nah, pada sub menu Discussion mengatur masalah terkait dengan komentar dan hubungan blog dengan blog lain 🙂

Default Article Settings merupakan pengaturan “apakah anda ingin memberi semacam notifikasi (ping) ke berbagai blog yang link mereka Anda masukkan ke dalam artikel Anda?”. Menurut Saya, ini wajib diaktifkan agar blog Anda dapat “bergaul”. Meskipun terdapat peringatan bahwa jika mengaktifkan, maka proses posting menjadi lambat. Namun menurut pengalaman, tidak terlalu signifikan perlambatan yang terjadi. Tergantung koneksi internet Anda juga.

Anda bisa juga men-setting “apakah anda mengijinkan orang lain berkomentar” dengan menambahkan (boleh berkomentar) atau menghilangkan (tidak boleh dikomentari) tanda centangnya.

Pada sub menu Other comment settings, Anda bisa mengatur apakah si Pemberi komentar harus mengisi nama dan email atau apakah seseorang harus jadi user/anggota agar bisa berkomentar bahkan Anda juga bisa mengatur agar komentar ditutup setelah beberapa hari secara otomatis (biasanya diaktifkan oleh blog dofollow dan blog berpengunjung ramai serta pengunjungnya gemar memberi komentar). Bahkan anda bisa mengatur agar threaded atau index replay komentar diaktifkan atau tidak (seperti fitur balas-membalas/reply this comment/thread pada forum).

Disamping itu, Anda juga memiliki hak untuk mengatur agar komentar hanya dimunculkan beberapa saja, selebihnya akan dibuatkan dalam page tersendiri. Lalu anda bisa meminta agar yang muncul pertama adalah komentar terbaru atau terlama.

Sekarang kita ke kolom email me whenever yang jika Anda centang, wordpress akan memberitahu anda secara otomatis jika ada yang memberi komentar dan jika ada komentar yang harus dimoderasi/approve.

Sedangkan kolom Before a comment appears, berfungsi sebagai barrier atau “tukang jaga” sebelum komentar ditampilkan untuk khalayak ramai. Anda bisa menentukan apakah Anda harus menyetujui dulu (An administrator must always approve the comment semua komentar masuk akan menunggu Approve/persetujuan Anda). Ada lagi istilah Comment author must have a previously approved comment, artinya kurang lebih begini “komentar akan langsung tampil jika sebelumnya nama dan email yang digunakan sudah pernah memberi komentar atau sudah pernah di-approve”.

Untuk menghindari Spamming (tindakan tidak terpuji karena menyebarkan link komersil tanpa izin) pada kolom komentar, maka WordPress menyediakan Comment Moderation (pilihan agar wordpress menahan komentar yang mengandung link). Jumlah link dapat Anda tentukan (defaultnya adalah 2 link). Selain itu, Anda juga dapat mengisikan kata-kata yang dilarang untuk digunakan saat komentar. Tulis saja pada kolom yang disediakan kata-kata yang Anda anggap tidak pantas untuk tampil.

Kalau Saya tidak pernah memasukkan kata-kata terlarang apapun. Apa sebabnya? Karena komentar yang diberikan juga memberitahukan watak dan sifat si pemberi komentar.

Lihat opsi paling bawah. Sudah? Ada Avatar? Avatar merupakan simbol untuk identitas Anda secara global. Umumnya berupa foto (bagi user yang memiliki id-gravatar). Anda dapat mengontrol apakah ingin menampilkan gravatar dari komentator atau tidak. Jika Ya, bagaimana dengan yang tidak punya Avatar? Anda dapat memilih foto orang hitam putih (Mysterious Man) atau Avatar unik lain. Untuk yang belum punya avatar, anda bisa mendaftarkan alamat email Anda ke http://en.gravatar.com. Jangan lupa mengklik tombol Save Changes jika dirasa telah sesuai.

5. Media

Pengaturan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan gambar yang akan dimasukkan ke blog kita (dapat dipelajari sendiri 😛 )

6. Privacy

Anda dapat men-setting apakah blog Anda ingin terindeks dalam mesin pencari atau tidak.

7. Permalink

Inilah setting yang akan menjadi senjata pamungkas Anda 😀 . Permalink merupakan kependekan dari permanen link alias alamat permanen suatu tulisan/postingan/halaman di WordPress. Anda disediakan 4 setting default yang ada. Namun, Saya sarankan Anda memodifikasi sendiri agar lebih Search Engine Friendly dengan mengisi pada Custom Structure.

Kode-kode yang bisa anda masukkan adalah sebagai berikut:

%post_id% = akan diganti dengan ID artikel

%year% = akan diganti dengan tahun artikel dibuat

%monthnum% = diganti dengan bulan artikel ditulis

%day% = diganti dengan tanggal penulisan artikel

%postname% = diisi dengan post slug (text yang dibuat menurut judul artikel)

Contoh penggunaanya adalah seperti ini:

Code yang dimasukkan : /%year%/%monthnum%/%day%/%postname%/

URL yang muncul nanti adalah :

http://domainanda.com/2009/05/21/judul-posting-Anda-yang-terbaru/

Saran Saya, Anda menggunakan struktur yang singkat dan yang mendeskripsikan artikel Anda misalnya sepert:

Code: /%categoy%/%postname%/

URL yang muncul : http://domainanda.com/category/judul- posting-Anda-yang-terbaru/

Oh iya, untuk setting permalink terkadang tidak bisa berjalan dengan baik. Hal ini akan terlihat jika Anda mengklik Save Changes. Jika ada peringatan yang mengatakan file .htaccess (terdapat pada root direktori dimana wordpress diinstall), maka Anda harus memasukkan suatu kode ke dalam file .htaccess.

Biasanya seperti ini kode-nya:

# BEGIN WordPress

<IfModule mod_rewrite.c>

RewriteEngine On

RewriteBase /

RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f

RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d

RewriteRule . /index.php [L]

</IfModule>

# END WordPress

8. Miscellaneous

Memuat pengaturan mengenai hal yang terkait dengan proses uploading file. Secara default, file-file tersebut disimpan di dalam folder /wpcontent/uploads. Tentu saja Anda bisa mengubahnya dengan folder lain sesuka hati asalkan folder tersebut sudah di-setting permission-nya menjadi 777.

Nah bagaimana? Komplit ya WordPress itu, Mudah lagi. Ini lah yang disebut CMS (Content Management System) <– ga nyambung deh kayanya. Ok segitu dulu, ntar disambung lagi. Maaf jika tidak terlalu detail. Jika kurang bisa ditanyakan di kolom komentar dibawah…….