Catatan Perjalanan Jimmy Ahyari

Mencari dan Membuat Blog Dummy

Ahyari.Net – Apa sih Blog Dummy? Sebenarnya jika dalam tata bahasa Inggris, lebih tepat jika kita menyebutnya Dummy Blog. Dalam bahasa Inggris, Dummy berarti boneka atau palsu atau tiruan atau kosong bahkan tol*l. Dalam bahasa sehari-hari saya, Dummy blog berarti senjata perang. Perang dalam dunia Search Engine. Untuk itu, tujuan dari tulisan sederhana berikut ini adalah agar Anda Mencari dan Membuat Blog Dummy Anda sendiri menjadi pasukan-pasukan pendukung dalam berperang dalam memperebutkan tahta tertinggi di mesin pencari.

Mencari Dummy Blog

Dalam tahap Mencari Dummy Blog, yang harus Anda siapkan adalah string atau kata kunci untuk kita pergunakan di mesin pencari, terutama Google. Untuk itu, saya memberikan contoh mudah, yakni:

site:*.*/wp-signup.php "Gimme a blog!"

Berikut hasil penampakan di google.com:

cara mencari dummy blog PBN

Anda bebas berkreasi. String di atas tidak baku. Intinya, bagaimana kita bisa menemukan BLOG GRATISAN bermesin WordPress.

Membuat Blog Dummy

Setelah menemukan list yang diperoleh dari cara di atas, mulai pikirkan nama sub domain dan title dari blog gratisan tersebut. Hal ini penting agar blog dummy kita tidak benar-benar “dummy”. Blog dummy tidak sembarang isi, melainkan terarah dengan tujuan turut mengangkat web/blog utama kita.

Buat nama sub domain atau title tersebut secara terorganisir. Kemudian daftarlah di halaman yang telah kita temukan pada tahap MENCARI. Cara daftarnya sederhana, sama seperti Anda mendaftar di WordPress.com (saya yakin Anda sudah mengerti 😉 ).

Nah, mengapa tidak membuat dummy blog di blogspot atau wordpress.com saja? Mengapa perlu banyak layanan blog gratis?

Jawaban saya sederhana; akan lebih “natural” jika backlink yang kita dapat dari IP Address berbeda dari setiap hosting. Hal ini pula yang membuat domain dalam satu hosting sama (atau domain dalam IP Address yang sama) tidak begitu diperhatikan Google dalam hal memberi backlink, karena -mungkin- Google beranggapan bahwa:

Eh, ini web B, C, D, E – Z koq memberi link ke web A? Oooh.. IP Address-nya sama ternyata. Mungkin pemilik Web A juga pemilik Web B – Z. Gue (Google) kira web A begitu bermanfaat sampai web B – Z ikut memberi link. Acuhkan saja lah… :mrgreen:

Untuk itu, kita perlu BERAGAM dummy blog (layanan blog gratis) sebagai pemberi backlink ke web/blog kita. Saya sendiri “mengkoleksi” beberapa dummy blog (ratusan) yang memiliki ekstensi *.jp (japan), *.tw (taiwan), *.ph (filipina), *.my (malaysia), *.com net org (ini apalagi) dll. Tujuannya cuman satu, agar Google “menganggap” web yang memberi link ke kita adalah web orang lain yang terkesan dengan web/blog kita 8)

Jika blog dummy Anda telah terbentuk, buatlah formasi seperti gambar berikut: *maaf, saya bukan penganut link wheel yang memutar atau link pyramid yang mengerucut ke atas; terlalu gampang ditebak om Google sih (bulan kemarin Google membasmi jenis blog network yang seperti ini), jadi saya menyebut gambar di bawah ini sebagai Link Kacau 😆

link kacau ahyari

Mengapa isi blog dummy tidak boleh ngasal? Untuk menghindari anggapan Google dan pemilik layanan kalau kita membangun/membuat spam blog. Saya benci sekali yang namanya spam. Merusak bangsa gan! Ntar Indonesia sendiri yang ribet kalau di blacklist oleh layanan populer di dunia karena aktivitas spam-nya yang mengerikan.

Untuk itu, Dummy Blog yang nanti dibuat adalah pasukan yang kita persiapkan untuk mendukung kaisar (blog/web utama) agar dapat berperang di mesin pencari. Pasukan ini harus dilatih (diisi dengan benar) agar kaisar bisa berjaya.

Nah, bagaimana? Anda ingin berbagi pengalaman bagaimana Anda mencari dan membuat blog dummy?